TANGGAPAN DARI BUKU YANG BERJUDUL

MEMBANGUN KEMBALI JATI DIRI BANGSA

Peran Penting Karakter dan Hasrat untuk Berubah

( Karangan H. Soemarno Soedarsono )

Oleh: Pratiwi ( 3415076919) Pendidikan Biologi Non Reguler 2007

Buku karangan H. Soemarno Soedarsono ini tergolong cukup baik. Hal tersebut terlihat dari isi yang dikandung dalam buku tersebut. Buku yang menganjurkan beberapa saran atau trik dalam melakukan perubahan jati diri pada bangsa Indonesia.

Buku ini dimulai dengan membahas konsep perubahan itu sendiri. Kemudian dilanjutkan dengan latar belakang yang sangat gamblang, terkait dengan kondisi bangsa saat ini, akar permasalahan yang menyebabkan bangsa Indonesia harus berubah, dan kondisi ketahanan bangsa Indonesia.

Di buku ini dijelaskan pula tentang keterkaitan antara jati diri, karakter, jati diri bangsa dan wawasan kebangsaan. Sebenarnya, apa kaitannya antara jati diri, karakter, jati diri bangsa dan wawasan kebangsaan? Hal tersebut yang menjadi inti dari permasalahan pada buku tersebut.

Cara membangun karakter dan solusi dari masalah tersebut tertulis di dalam buku ini.

Saya akan memberikan tanggapan pada buku ini dimulai dengan konsep perubahan itu sendiri.

Dalam  buku tersebut dikatakan bahwa tidak ada yang kekal selain perubahan itu sendiri. Dan hakikat dari perubahan adalah dunia akan terus berubah. Saya sangat setuju dengan pernyataan tersebut. Karena pada dasarnya manusia diciptakan sebagai makhluk yang berakal, selalu merasa kurang dan tidak akan pernah puas. Hal itulah yang menyebabkan perubahan akan terus terjadi dalam kehidupan ini.

Pengembangan pada ilmu penegtahuan, sangat nyata dalam memberikan kontribusinya bagi perubahan dunia kita. Manusia yang selalu merasa kurang, akan membuat sesuatu yang lebih baru lagi, lebih canggih dan tentunya sangat menguntungkan bagi manusia. Namun sayangnya, terkadang manusia membuat sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya tetapi lupa akan dampak-dampak negatif yang ditimbulkan akibat perubahan tersebut.

Dan dalam melakukan perubahan sebaiknya dimulai dari hal yang paling kecil. Hal ini sesuai dengan  puisi “Hasrat untuk Berubah” oleh James Refille yang dikutip dalam buku tersebut. “ Jika kamu ingin mengubah dunia, yang petama dilakukan adalah merubah dirimu sendiri”. Puisi yang sangat saya benarkan. Karena tidak ada bangunan yang kokoh jika konstruksinya tidak baik.

Kita ibaratkan bangsa kita dengan sebuah bangunan, yang apabila baha dan konstruksinya baik maka bangunan tersebut akan berdiri dengan sangat kokohnya. Berbeda dengan kebalikaknnya. Dan peristiwa yang sedang terjadi pada bangsa kita ini adalah bangunan yang tampak berdiri kokoh dan megahnya tetapi di bagian dalamnya sedang digerogoti hewan perusak konstruksi bangunan, yang sebentar lagi hanya menunggu waktu untuk runtuh. Naudzubillahimindzalik.

Lirik puisi lainnya adalah “when character is lost, everything is lost”. Mengapa demikian? Karena karakter sangatlah penting dan merupakan salah satu dari konstruksi dasar sebuah bangunan negara.

Di dalam buku tersebut dicontohkan hilangnya karakter dalam diri pendidik. Hal ini, dapat dilihat dari peran tambahan guru yang tidak baik. Artinya, ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh guru adalah hal yang tidak baik atau bahkan melanggar kode etik keguruan itu sendiri. Memberikan jawaban dari bahan ujian bukanlah hal yang tabu atau baru bagi pendidik Indonesia. Hal ini, sudah sering dan banyak terjadi, hanya mungkin belum semua tindakan ini terdeteksi.

Beralih ke latar belakang tentang kondisi bangsa kita saat ini. karakter yang tidak dimiliki oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, menjadikan bangsa ini sangat keropos. Dan akhirnya berujung pada krisis multideminsi yang mempengaruhi keseluruhan bidang.