Kepik (sebutan dari orang awam) atau kumbang koksi adalah salah satu hewan kecil nan lucu yang merupakan anggota dari ordo Coleoptera. Hewan ini mudah dikenali karena bentuknya yang bundar kecil berwarna-warni dan memiliki bintik-bintik pada punggungnya (biasanya berwarna hitam). Ladybug, begitulah sebutan untuk si kumbang koksi  yang tinggalnya di negara bagian Barat.

Beberapa anggota dari kumbang koksi merupakan sahabat petani, karena keterlibatannya dalam membantu petani memangsa serangga-serangga hama seperti kutu daun. Walaupun demikian, ada beberapa kumbang koksi yang perannya justru sebagai hama tanaman.

Habitat dari kumbang ini tersebar di seluruh dunia (selagi wilayah tersebut menyediakan tanaman yang dapat dikonsumsi oleh kumbang koksi). Terdapat lebih kurang 5.000 spesies dari kumbang koksi. Panjang tubuh terpanjangnya bisa mencapai 1 cm.

Berikut adalah klasifikasi dari kumbang koksi:

Kingdom             : Animalia
Phylum                : Arthropoda
Class                      : Insecta
Ordo                      : Coleoptera
Famili                    : Coccinellidae
Latreille, 1807

Anatomi Kumbang Koksi:

Tubuhnya memiliki bentuk yang mudah khas sehingga mudah dibedakan dengan serangga lain. Bentuk tubuhnya nyaris bulat dengan sepasang sayap yang keras di bagian punggunya. Biasanya sayap kumbang koksi memiliki warna yang mecolok dengan motif bulat berwarna hitam. Sayap keras yang berwarna-warni itu sebenarnya adalah sayap elitra atau sayap depannya. Sayap belakangnya berwarna transparan dan biasanya dilipat di bawah sayap depan jika sedang tidak dipakai. Saat terbang, ia mengepakkan sayap belakangnya secara cepat, sementara sayap depannya yang kaku tidak bisa mengepak dan direntangkan untuk menambah daya angkat. Sayap depannya yang keras juga bisa berfungsi seperti perisai pelindung.

Kumbang koksi memiliki kaki yang pendek serta kepala yang terlihat membungkuk ke bawah. Posisi kepala seperti ini membantunya saat makan hewan-hewan kecil seperti kutu daun. Di kakinya terdapat rambut-rambut halus berukuran mikroskopis (hanya bisa dilihat dengan mikroskop) yang ujungnya seperti sendok. Rambut ini menghasilkan bahan berminyak yang lengket sehingga kepik bisa berjalan dan menempel di tempat-tempat sulit seperti di kaca atau di langit-langit.

Mayoritas dari kumbang koksi adalah karnivora pemakan hewan-hewan kecil penghisap tanah, seperti kutu daun. Kumbang koksi makan dengan cara menhisap cairan tubuh yang dimiliki oleh mangsanya. Tetapi adapula jenis kumbang yang memakan daun, misalanya Epilachna admirabilis yang diketahui sebagai pemakan daun.

Seperti kebanyakan serangga dan hewan, kumbang koksi di wilayah empat musim juga melakukan hibernasi (tidur panjang di musim dingin). kumbang koksi biasanya berkumpul dalam jumlah besar di tempat-tempat seperti di bawah balok kayu, kulit batang, atau timbunan daun saat berhibernasi. Selama periode tidur panjang itu, mereka bertahan dengan memanfaatkan persediaan makanan di tubuhnya.

Kumbang koksi pun seperti kumbang lainnya dapat melakukan pertahanan diri apabila merasakan bahaya. Kumbang koksi akan berpura-pura mati dengan cara membalikkan tubuhnya dan menarik kakinya ke dalam. Selanjutnya kumbang koksi akan mengeluarkan cairan berwarna kuning dari persediaan kakinya.

Reproduksi akan di post ASAP..🙂