Pernahkan anda memperhatikan seekor hewan, yang ukurannya dikategorikan kecil? hewan ini masuk ke dalam kelas Insecta, memiliki tubuh yang berukuran tidak lebih besar dari seekor lalat ijo (kebanyakan), warnanya mulai dari hitam pekat sampai yang berwarna orange, coklat atau bahkan merah menyala.

Ya,, hewan itu adalah semut. Si kecil yang sebagian besar penyebarannya bersifat kosmopolit.

Dan taukah anda kalau semut yang selama ini mungkin lebih sering dianggap hama karena tindakannya yang selalu mengerubungi makanan manis milik kita ternyata beberapa semut  juga memberikan manfaat bagi manusia ? Sebut saja semut rang-rang (Oecophylla smaradigna). Dalam sebuah buku karangan Paul Van Mele dan Nguyen Thi Thu Cuc dan Alih Bahasa oleh: Subekti Rahayu yang diunduh dari http://www.infobridge.org/asp/documents/3578.pdf. dijelaskan bahwa Semut rangrang dapat melindungi kebun dari serangan hama dan penyakit. Semut ini memangsa hama baik yang merusak secara langsung maupun yang menularkan penyakit pada tanaman. Hasil penelitian dan pengalaman menunjukkan bahwa semut rangrang dapat memangsa berbagai hama misalnya kepik hijau, ulat pemakan daun, ulat pemakan buah dan kutu-kutuan pada coklat, mete, jeruk. Bahkan semut rangrang dapat mengusir tikus.

Manfaat lain dari semut bagi manusia adalah Sarang Semut (Myrmecodia pendans). Hasil penelitian ilmiah dari Pusat Bioteknologi LIPI, mengungkapkan  bahwa Sarang Semut mengandung senyawa-senyawa aktif yang telah dikenal dalam dunia medis untuk pengobatan berbagai penyakit, termasuk kanker.

Dr. M. Ahkan Subroto, Ahli Peneliti Utama LIPI, mengungkapkan bahwa senyawa aktif yang terkandung dalam Sarang Semut itu adalah flavonoid, tanin, dan polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh. Antioksidan berperan penting untuk menangkal radikal bebas penyebab kanker sehingga sangat baik untuk mencegah dan mengobati kanker. (dikutip dr http://www.deherba.com)

dan sebagai pengethuan tambahan bahwa semut memiliki daur hidup yang sifatnya holometabolism, yaitu hewan yang tumbuh melalui metamorfosa yang lengkap. Dimulai dari tahapan larva, pupa.

Makanan diberikan kepada larva dengan proses yang disebut trophallaxis dimana seekor semut recurgitates makanan yang sebelumnya disimpan dalam crop for communal storage. Ini juga cara yang digunakan semut dewasa memdistribusikan makananpada semut dewasa lainnya. Larva dan pupa harus disimpan pada suhu yang cukup konstan untuk memastikan mereka tumbuh dengan baik, sehingga sering dipindahkan ke berbagai brood chambers dalam koloni.

Demikian setitik informasi saya tuliskan. Semoga bermanfaat.