Latest Entries »

Sejarah Stetoskop


Stetoskop (bahasa Yunani: stethos, dada dan skopeein, memeriksa) adalah sebuah alat medis akustik untuk memeriksa suara dalam tubuh. Dia banyak digunakan untuk mendengar suara jantung dan pernapasan, meskipun dia juga digunakan untuk mendengar intestine dan aliran darah dalam arteri dan “vein”

Stetoskop ditemukan di Perancis pada 1816 oleh René-Théophile-Hyacinthe Laennec. Dia terdiri dari tabung kayu kosong. Konon dia menciptakan stetoskop sehingga ia tidak perlu menaruh telinganya di buah dada wanita Perancis. Tidak jelas apakah Laennec mencoba menghindarinya, atau untuk menghindari rasa malu pasien. Namun begitu, orang mengatakan bahwa “Kebutuhan adalah ibu dari penemuan”.

Ada dua jenis stetoskop: akustik dan elektronik.

Stetoskop akustik yang paling umum digunakan, dan beroperasi dengan menyalurkan suara dari bagian dada, melalui tabung kosong berisi-udara, ke telinga pendengar. Bagian “chestpiece” biasanya terdiri dari dua sisi yang dapat diletakaan di badan pasien untuk memperjelas suara; sebuaah diaphgram (disk plastik) atau “bell” (mangkok kosong). Bila diaphgram diletakkan di pasien, suara tubuh menggetarkan diaphgram, menciptakan tekanan gelombang akustik yang berjalan sampai ke tube ke telinga pendengar. Bila “bell” diletakkan di tubuh pasien getarakn kulit secara langsung memproduksi gelombang tekanan akustik yang berjalan ke telinga pendengar. Bell menyalurkan suara frekuensi rendah, sedangkan diaphgram menyalurkan frekuensi suara yang lebih tinggi. Stetoskop dua sisi ini diciptakan oleh Rappaport dan Sprague pada awal abad ke-20. Permasalahan dengan akustik stetoskop adalah tingkatan suara sangat rendah, membuat diagnosis sulit.

Stetoskop elektronik mengatasi tingkatan suara yang rendah dengan cara memperkuat suara tubuh. Sekarang ini, telah ada beberapa perusahaan menawarkan stetoskop elektronik, dan mungkin dalam beberapa tahun lagi, stetoskop elektronik akan menjadi lebih umum dari stetoskop akustik.

Stetoskop digunakan sebagai alat untuk mendiagnosa penyakit tertentu. Stetoskop dapat menyalurkan suara tertentu dan menghilangkan suara yang lain. Sebelum stetoskop ditemukan, doktor meletakkan telinganya ke dekat badan pasien dengan harapan untuk mendengarkan sesuatu.

Stetoskop seringkali dianggap sebagai simbol pekerjaan dokter, karena dokter sering dilihat atau digambarkan dengan sebuah stetoskop yang tergantung di sekitar lehernya.

Stetoskop juga digunakan oleh mekanik untuk mengisolasi suara tertentu dari mesin untuk diagnosa.

diunduh dari http://id.wikipedia.org/wiki/Stetoskop#Sejarah


Kertas adalah bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp. Serat yang digunakan biasanya adalah alami, dan mengandung selulosa dan hemiselulosa.

Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis, mencetak serta melukis dan banyak kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas misalnya kertas pembersih (tissue) yang digunakan untuk hidangan, kebersihan ataupun toilet.

Adanya kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti besar dalam peradaban dunia. Sebelum ditemukan kertas, bangsa-bangsa dahulu menggunakan tablet dari tanah lempung yang dibakar. Hal ini bisa dijumpai dari peradaban bangsa Sumeria, Prasasti dari batu, kayu, bambu, kulit atau tulang binatang, sutra, bahkan daun lontar yang dirangkai seperti dijumpai pada naskah naskah Nusantara beberapa abad lampau.

Peradaban Mesir Kuno menyumbangkan papirus sebagai media tulis menulis. Penggunaan papirus sebagai media tulis menulis ini digunakan pada peradaban Mesir Kuno pada masa wangsa firaun kemudian menyebar ke seluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut Tengah dan menyebar ke seantero Eropa, meskipun penggunaan papirus masih dirasakan sangat mahal. Dari kata papirus (papyrus) itulah dikenal sebagai paper dalam bahasa Inggris, papier dalam bahasa Belanda, bahasa Jerman, bahasa Perancis misalnya atau papel dalam bahasa Spanyol yang berarti kertas.

Tercatat dalam sejarah adalah peradaban Cina yang menyumbangkan kertas bagi Dunia. Adalah Tsai Lun yang menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di seantero China pada tahun 101 Masehi. Penemuan ini akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring menyebarnya bangsa-bangsa China ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan itu meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia.

Pada akhirnya, teknik pembuatan kertas tersebut jatuh ketangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah terutama setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam Pertempuran Sungai Talas pada tahun 751 Masehi dimana para tawanan-tawanan perang mengajarkan cara pembuatan kertas kepada orang-orang Arab sehingga pada zaman Abbasiyah, muncullah pusat-pusat industri kertas baik di Baghdad maupun Samarkand dan kota-kota industri lainnya, kemudian menyebar ke Italia dan India lalu Eropa khususnya setelah Perang Salib dan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan orang-orang Spanyol serta ke seluruh dunia.

diunduh http://id.wikipedia.org/wiki/Kertas#Sejarah

Kertas adalah bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp. Serat yang digunakan biasanya adalah alami, dan mengandung selulosa dan hemiselulosa. 

Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis, mencetak serta melukis dan banyak kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas misalnya kertas pembersih (tissue) yang digunakan untuk hidangan, kebersihan ataupun toilet.

Adanya kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti besar dalam peradaban dunia. Sebelum ditemukan kertas, bangsa-bangsa dahulu menggunakan tablet dari tanah lempung yang dibakar. Hal ini bisa dijumpai dari peradaban bangsa Sumeria, Prasasti dari batu, kayu, bambu, kulit atau tulang binatang, sutra, bahkan daun lontar yang dirangkai seperti dijumpai pada naskah naskah Nusantara beberapa abad lampau.

Peradaban Mesir Kuno menyumbangkan papirus sebagai media tulis menulis. Penggunaan papirus sebagai media tulis menulis ini digunakan pada peradaban Mesir Kuno pada masa wangsa firaun kemudian menyebar ke seluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut Tengah dan menyebar ke seantero Eropa, meskipun penggunaan papirus masih dirasakan sangat mahal. Dari kata papirus (papyrus) itulah dikenal sebagai paper dalam bahasa Inggris, papier dalam bahasa Belanda, bahasa Jerman, bahasa Perancis misalnya atau papel dalam bahasa Spanyol yang berarti kertas.

Tercatat dalam sejarah adalah peradaban Cina yang menyumbangkan kertas bagi Dunia. Adalah Tsai Lun yang menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di seantero China pada tahun 101 Masehi. Penemuan ini akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring menyebarnya bangsa-bangsa China ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan itu meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia.

Pada akhirnya, teknik pembuatan kertas tersebut jatuh ketangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah terutama setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam Pertempuran Sungai Talas pada tahun 751 Masehi dimana para tawanan-tawanan perang mengajarkan cara pembuatan kertas kepada orang-orang Arab sehingga pada zaman Abbasiyah, muncullah pusat-pusat industri kertas baik di Baghdad maupun Samarkand dan kota-kota industri lainnya, kemudian menyebar ke Italia dan India lalu Eropa khususnya setelah Perang Salib dan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan orang-orang Spanyol serta ke seluruh dunia.

 


BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Pada dasarnya belajar merupakan proses yang kompleks dan terjadi kepada semua orang, berlangsung seumur hidup, ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku dalam diri orang tersebut dan hasil yang didapatkan relatif bersifat permanen. Dalam proses belajar, seseorang membutuhkan suatu cara yang dianggapnya cocok atau nyaman dengan apa yang dijalaninya selama proses belajar tersebut. Kenyamanan dalam belajar tersebut merupakan gaya belajar yang dianggap cocok oleh si pembelajar.

Selain menjalankan proses, belajar akan menghasilkan seuatu yang relatif bersifat permanen. Hasil belajar merupakan tujuan dari belajar itu sendiri. Dimana hasil belajar tersebut dapat memberikan pengaruh atau perubahan yang penting bagi seseorang.

 

B.     Identifikasi masalah

1.      Apakah gaya belajar itu?

2.      Apa saja ciri dari masing-masing gaya belajar?

3.      Bagaimana cara menemukannya gaya belajar?

4.      Strategi-strategi apa saja yang digunakan dalam masing-masing gaya belajar?

5.      Apa yang dimaksud dengan hasil belajar?

6.      apa saja yang termasuk di dalamnya?

C.     Perumusan masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

“ Apakah terdapat hubungan antara gaya belajar terhadap hasil belajar?”

D.    Tujuan

Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui hubungan gaya belajar auditori terhadap hasil belajar

BAB II

PEMBAHASAN

 

Belajar dibidang formal tidak selalu menyenangkan. Apalagi jika belajar dengan terpaksa. Misalnya, diharuskan belajar karna hal itu satu-satunya cara untuk lulus, mendapat pekerjaan atau bahkan kenaikan pangkat.

Menghadapi keterpaksaan untuk belajar jelas bukanlah hal yang menyenangkan. Tidaklah mudah untuk seseorang untuk berkonsentrasi belajar bila iya merasa terpaksa. Oleh karna itu perlu dicari cara agar belajar menjadi hal yang menyenangkan, atau sekalipun  terpaksa tetapi dapat menjadi lebih mudah dan efektif.

Para ahli dibidang pendidikan mengembangkan teori mengenai gaya belajar sebagai cara untuk mencari jalan agar belajar menjadi hal yang mudah dan menyenangkan. Jika seseorang mengenali gaya belajarnya, maka orang tersebut dapat mengelola pada kondisi apa, dimana, kapan dan bagaimana orang tersebut dapat memaksimalkan belajarnya. Apa gaya belajar itu?

Seperti yang telah dituliskan dalam bab pendahuluan, bahwa proses belajar membutuhkan cara tersendiri bagi seorang pembelajar atau lebih dikenal denga istilah gaya belajar. Gaya belajar ini yang digunakan oleh seseorang dalam mencapai hasil belajar.

A. Gaya Belajar

Gaya belajar seseorang adalah kunci untuk mengembangkan kinerja dalam proses belajar. Para guru di beberapa sekolah dasar dan sekolah lanjutan di Amerika  menyadari bahwa setiap orang mempunyai cara yang optimal dalam mempelajari informasi baru. Disadari bahwa pada beberapa murid perlu diajarkan cara-cara lain dari metode belajar yang biasa digunakan. Dengan mengetahui gaya belajar dari masing-masing siswa, seorang guru dapat mendekati hampir semua atau semua murid dengan gaya belajar yang berbeda-beda dalam menyampaikan informasi. Dengan demikian dapat diartikan bahwa gaya belajar adalah cara yang cenderung dipilih seseorang untuk menerima informasi dari lingkungan dan memproses informasi tersebut.

Terdapat lima gaya belajar yang dimiliki seseorang. Gaya belajar visual (penglihatan), auditori (pendengaran), kinestetik (gerakan), olfactory (penciuman), dan gustatory (pengecapan). Dari kelima gaya tersebut, yang paling sering digunakan adalah gaya belajar visual, auditori dan kinestetik.

Dalam buku Quantum Learning dipaparkan tiga modalitas belajar seseorang yaitu: “modalitas visual, auditori atau kinestetik (V-A-K). Walaupun masing-masing dari kita belajar dengan menggunakan ketiga modalitas ini pada tahapan tertentu, kebanyakan oranga lebih cenderung pada salah satu diantara ketiganya”.

Adapun ciri-ciri seseorang yang belajar dengan gaya-gaya tersebut:

a. Visual

Kekuatan belajar seseorang berdasarkan indera penglihatannya.

Ø  Ciri-cirinya:

  • Lebih suka membaca dari pada dibacakan
  • Jika berbicara, gerakan bola matanya sering ke arah atas dan bicaranya agak cepat
  • Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai memilih kata
  • Mementingkan penampilan dalam berpakaian pada saat presentasi
  • Nada suara cenderung tinggi
  • Napasnya pendek atau dangkal
  • Tidak mudah terganggu oleh keributan
  • Mengakses informasi dengan melihat ke atas
  • Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
  • Lebih suka musik dari pada seni
  • Mempunyai masalah dalam mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali meminta bantuan orang untuk mengulanginya

 

Ø  Cara belajar visual:

  • Lebih banyak membaca buku atau majalah
  • Membuat grafik, diagram atau peta pemikiran
  • Belajar dengan media komputer
  • Membuat poster ringkasan pelajaran
  • Kartu kecil (flowchart) yang mudah dibawa dan digunakan untuk belajar
  • Memberikan warna-warni yang ceria pada catatan/buku
  • Memakai model/alat peraga dalam menjalankan proses belajar
  • Berimajinasi dengan membayangkan sebuah peristiwa

 

Ø Strategi-strategi belajar pada gaya belajar visual adalah:

o   Memanfaatkan pengkodean warna untuk membantu daya ingat dangan menggunakan pena warna-warni

o   Menulis kalimat dan istilah yang merupakan informasi kunci dari buku pelajaran

o   Dalam mempelajari informasi yang berupa angka-angka dan rumus, sebaiknya materi tersebut ditulis dalam bentuk pemahaman yang berbentuk tulisan

o   Menandai pada bagian pinggir buku pelajaran dengan kata-kata kunci, simbol dan diagram yang dapat membantu dalam mengingat teks yang telah dibaca

o   Sedapat mungkin, menterjemahkan kata-kata dan ide ke dalam simbol, gambar dan diagram

 

b. Auditori

Kekuatan belajar seseorang terfokus dengan alat pendengarannya.

Ø  Ciri-ciri:

  • Balajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat
  • Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
  • Gerakan bola mata sejajar dengan telinga
  • Penampilan rapi
  • Saat belajar dilakukan dengan bicara kepada dirinya sendiri
  • Mudah terganggu oleh keributan
  • Lebih suka gurau lisan daripada membaca komik
  • Lebih pandai mengeja dengan keras, daripada menuliskannya
  • Berbicara dalam irama yang terpola
  • Mempunyai masalah dengan pembelajaran yang melibatkan visual
  • Dapat mengurangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara
  • Suara jelas dan kuat
  • Bicara lebih sedikit
  • Mengakses informasi dengan menengadahkan kepala

 

Ø  Cara belajar auditori

  • Membaca dengan suara keras
  • Mendengarkan rekaman atau bisa juga dengan mendengarkan rekamannya sendiri
  • Selalu mendiskusikannya dengan orang lain
  • Belajar dengan mendengarkan
  • Menyampaikan kembali yang dipelajari
  • Belajar dengan media musik atau diiringi dengan musik
  • Kerja kelompok
  • Membutuhkan waktu tenag untuk memikirkan materi

 

Ø Strategi untuk mempermudah proses belajar auditori:

  • Mendiskusikan ide-ide secara verbal
  • Membaca materi pelajaran dengan keras
    • Menggunakan musik dalam belajar
    • Ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga
    • Merekam materi pelajaran ke dalam kaset untuk didengarkan kembali sebelum tidur

 

c. Kinestetik

Kekuatan seseorang yang memiliki gaya  belajar seperti ini , mirip dengan gaya belajar visual, yaitu melalui penglihatnnya

 

Ø  Ciri-cirinya

  • Penampilan rapi
  • Gerakan bola mata ke arah bawah
  • Suara cenderung berat
  • Menggunakan gerakan atau bahasa tubuh
  • Mengakses informasi dengan melihat ke bawah
  • Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
  • Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
  • Menyukai permainan yang menyibukan
  • Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
  • Menggunakan jari sebagai petunjukketika membaca
  • Belajar melalui memanipulasi dan praktek
  • Menyentuh orang untuk mendapat perhatian, menggunakan kata-kata yang mengandung aksi
  • Tidak dapat mengingat geografi, kecuali pernah berada di tempat itu

 

 

 

Ø  Ciri belajar kinestetik

  • Melibatkan fisik, belajar sambil bereksperimen
  • Membuat model atau media-media belajar
  • Bermain peran
  • Membuat permainan maind mapping ( pemetaan daya ingat)
  • Belajar sambil berjalan
  • Pewarnaan
  • Mengetahui ambak (Apa manfaatnya bagiku) dari yang dipelajarinya.

 

Ø Stategi untuk mempermudah gaya belajar kinestetik

  • Sebaiknya belajar tidak sampai berjam-jam
  • Duduk di depan kelas dan membuat catatan selama pelajaran
  • Dalam mengingat informasi baru, menyalin poin-poin kunci pada kertas
  • Memikirkan cara untuk membuat pengetahuan yang nyata, seperti memegang sesuatu yang berkaitan dengan apa yang dipelajari. Misalnya, mempelajari tentang tumbuhan maka gunakan tumbuhan yang sesuan dengan pelajaran tersebut dilanjutkan dengan eksperimen
  • Menggunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan
  • Membiarkan belajar sambil mendengar musik atau mengunyah permen karet
  • Pada saat belajar, cederung tidak bisa diam pada saat mengingat informasi yang penting

 

Jika seseorang tidak dapat melihat atau mendengar, atau seseorang tidak dapat merasakan tekstur, bentuk, temperatur, atau berat, atau penolakan di lingkungan, berarti seseorang itu sama sekali tidak mempunyai gaya belajar. Kebanyakan kita belajar dengan banyak gaya, namun kita biasanya lebih menyukai satu cara dari pada yang lainnya. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka lebih suka pada satu gaya karena tidak ada sesuatu gaya yang eksternal yang mengatakan kepada mereka bahwa mereka berbeda dari orang lain. Mengetahui bahwa terdapat perbedaan besar dalam menjelaskan hal-hal seperti mengapa kita mempunyai masalah dalam memahami dan berkomunikasi dengan beberapa orang, dan tidak bermasalah dengan orang lain, dan mengapa kita dapat mengatasi suatu keadaan lebih mudah dari pada orang-orang lain.

 

Cara seseorang menemukan gaya belajar

Bagaimana seseorang menemukan gaya belajar yang disukainya?  Satu cara sederhana adalah dengan mendengarkan petunjuk-petunjuk dalam pembicaraan seseorang, seperti dalam ungkapan di atas. Cara lain adalah memperhatikan perilaku seseorang ketika menghadiri seminar atau lokakarya. Apakah tampaknya seseorang menyerap lebih banyak informasi dari membaca makalah atau mendengarkan penyajinya? Orang-orang auditorial lebih suka mendengarkan materinya dan kadang-kadang kehilangan urutannya jika mereka mencoba mencatat materinya selama presentasi berlangsung. Orang-orang visual lebih suka membaca makalah dan memperhatikan ilustrasi yang ditempelkan pembicara di papan tulis. Mereka juga membuat catatan-catatan yang sangat baik. Pelajar kinestetik lebih baik dalam aktivitas bergerak dan interaksi kelompok.

Misalnya seseorang baru membeli sebuah alat pemanggang daging. Alat ini terdiri dari tiga puluh lima bagian yang terpisah-pisah dilengkapi dengan buku petunjuk setebal 12 halaman yang dapat membantu seseorang merangkai alat tersebut. Bagaimana seseorang mengatasi hal ini? apakah yang orang tersebut baca dalam buku tersebut tampaknya kabur dan tidak jelas sampai seseorang melihat ilustrasinya dan mulai menyambung bagian-bagiannya? Atau sebaliknya yang terjadi: seseorang merasa bingung dengan rangkaian bagian-bagian itu, tetapi setelah seseorang membaca instruksinya,semuanya menjadi sangat jelas?

Jika seseorang memulai bekerja dengan bagian-bagian tersebut secara fisik, seseorang mungkin seorang pelajar kinestetik. Jika membaca ilustrasi menjelaskan berbagai hal bagi seseorang, maka kemungkinan besar seseorang tergolong pelajar visual. Jika seseorang tidak dapat membuatnya dari instruksi ataupun gambarnya, tetapi ketika seseorang menelepon tokohnya dan orang lain menjelaskan kepada seseorang bagaimana merangkainya, semuanya mulai menjadi jelas, maka ini merupakan petunjuk pasti bahwa cara belajar seseorang adalah audiotorial.

Agar dapat menemukan gaya belajar yang sesuai, setiap orang hendaknya  mau memperhatikan  dan mengeksplorasi diri dengan memperhatikan setiap hal yang membuat kegiatan belajar menjadi lebih mudah dan menyenagkan.

Yang paling terpenting adalah seseorang dapat menyerap informasi dengan maksimal dengan gaya belajar yang sesuai dengan diri masing-masing. Tidaklah harus terpaku dengan cara belajar yang konvensional, seperti duduk manis dan membaca buku dengan tenang. Namun, belajarlah dengan gaya yang paling nyaman dan sesuai dengan diri masing-masing.

Adapun ciri yang khas dalam ucapan dari masing-masing gaya belajar. Ini adalah daftar ucapan-ucapan yang bisa dipakai oleh gaya belajar tertentu:

Visual

tampak bagi saya   pandangan menyeluruh melihat sekilas              nyata-pasti, tidak diragukan pandangan yang kabur   tepat, pas              mempunyai ruang lingkup tentang sesuatu           gagasan yang samar       dalam cahaya                secara pribadi                 dalam pandangan                  mirip                                      citra diri                                   mata hati                              indah bagai lukisan                  melihat                             pandangan sempit         pamer                                    visi lurus

Auditorial

mendengar dengan saksama menyeru jelas bagai bunyi bel diungkapkan dengan jelas dijelaskan secara terperinci pendengar yang baik dengar baik-baik mendengar suara-suara pesan tersembunyi percakapan membosankan jelas dan tegas                      terus terang                   mengoceh seperti burung mengingatkan akan sesuatu mengatakan yang sejujurnya mendengarkan/tidak mendengarkantak   mendengar tentang sesuatu menyuarakan pendapat       selalu dalam                            batas pendengaran

Kinestetik

rajin mempersingkat hingga berpikir serius menyebar kemana-mana bisa merasakan bagai disambar halilintar berhubungan/kontak menangkap alur bertahanlah! tahanlah! pemarah berterus terang mengatur sangat rapi menyimpangkan pikiran saya mulai dari awal pendiam berahasia, tidak jujur, curang berahasia

 

 

Bagaimana seseorang mengolah informasi

Untuk menentukan dominasi otak dan bagaimana cara memproses informasi tersebut dengan menggunakan sistem V-A-K yang dapat membedakan bagaimana cara menyerap informasi, model yang dikembangkan oleh Anthony Gregorc, profesor dibidang kurikulum. Beliau menyimpulkan adanya dua kemungkinan  dominasi otak.:

a.       persepsi konkret dan abstrak

b.      kemampuan pengaturan secara sekuensial (linear) dan acak (nonlinear)

Dalam identifikasi V-A-K tidak semua orang harus masuk ke dalam salah satu klasifikasinya. Walaupun sebenarnya, tanpa disadari seseorang telah cenderubg pada yang satu daripada yang lainnya. Dengan mengetahui ciri dominasi itu, maka seseorang akan belajar dengan menggunakan gaya tersebut dan juga menetapkannya sebagai cara untuk lebih seimbang.

 

 

 

B. Hasil belajar

Hasil belajar terkandung pada tujuan  yang ingin dicapai dalam belajar. Tinggi rendahnya hasil belajar dapat diukur dengan adanya penilaian hasil belajar. Misal, seseorang mengikuti mata kuliah bahasa indonesia agar dapat menulis skripsi dengan baik. Namun, kenyataannya hasil belajar yang diukur oleh penilaian hasil belajar, menunjukkan bahwa orang tersebut mendapatkan hasil penilaian yang kurang baik pada mata kuliah bahasa indonesia. Sehingga, dapat diprediksikan bahwa orang tersebut nantinya belum mampu  mencapai tujuan belajarnya dengan makasimal.

Atau dapat dikatakan seseorang mempelajari sesuatu dengan tujuan tertentu. Namun, berdasarkan hasil belajar yang diukur oleh penilaian hasil belajar tidak menunjukkan hasil yang optimal. Sehingga, hasil belajar tersebut tergolong belum mencapai tujuan dengan tepat.

Adapun pengertian dari penilaian hasil belajar adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar, baik yang menggunakan instrumen tes atau non tes. Tujuan dari penilaian adalah memberi nilai tentang kualitas sesuatu. Penilaian di sini, tidak hanya sekedar mencari jawaban terhadap pertanyaan tentang apa, tetapi lebih diarahkan kepada menjawab pertanyaa bagaimana atau seberapa jauh suatu proses atau hasil yang diperoleh seseorang.

Pada penilaian hasil belajar, terdapatpula istilah evaluasi hasil belajar yang berarti bahwa evaluasi adalah suatu proses menentukan nilai seseorang dengan menggunakan patokan-patokan tertentu untuk mencapai tujuan.

Dalam penilaian atau assesment terhadap pembelajaran siswa membutuhkan penggunaan sejumlah teknik untuk mengukur prestasi siswa. Penilaian merupakan suatu proses yang sistematis yang memainkan peranan pentinga dalam pengajaran yang efektif. Penilaian berawal dari identifikasi tujuan pembelajaran (learning goal) dan berakhir dengan penilaian (judgment) tentang sebera dalam tujuan itu telah tercapai.

Seringkalai orang dibuat bingung oleh istilah penialaian, ujian, dan pengukuran karena mungkin semuanya terlihat dalam suatu proses yang tunggal. Penilaian hasil belajar adalah segala macam prosedur yang digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai penampilan siswa atau seberapa jauh siswa dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Penilaian meliputi tes menggunakan alat tulis dan percobaan-percobaan.

Dalam bahasan penilaian terdapat istilah tes (test) adalah suatu instrumen atau prosedur sistimatik untuk mengukur sampel dari perilakudengan memberikan serangkaian pertanyaan dalam bentuk seragam.

Pengukuran (measurement) adalah suatu proses yang mengandung deskripsi numerik dari tingkatan dimana individu memiliki karakteristik tertentu.

Istilah penilaian lebih komprehensif dan inklusif dibanding pengukuran dan tes. Istilah pengukuran terbatas pada deskripsi kuantitatif dari siswa, dimana hasil pengukuran selalu dideskripsikan dalam angka. Pengukuran tidak melibatkan deskripsi kualitatif  di dalamya. Sedangkan penilaian melibatkan deskripsi kuantitatif dan kualitatif dari siswa.

 

Tujuan penilaian hasil belajar

Setiap kegiatan yang berwujud perbuatan pasti memiliki tujuan yang dicapai. Demikian pula halnya penilaian hasil belajar siswa. Tujuan penilaian hasil belajar sebenarnya sudah terkandung dalam pengaertian itu sendiri yaitu membuat keputusan. Tiap ahli merumuskan tujuan penilaian hasil belajar sesuai dengan pandangannya masing-masing. Seperti halnya Ralph Tyler (1967) mengemukakan bahwa tujuan penilaian adalah untuk membuat kebijaksanaan mengenai pendidikan secara beertanggung jawab.

Keputusan-keputusan program pendidikan yang dibuat dan terkandung dalam tujuan penilaian dikemukakan oleh Witherington danThurstone. Witherington mengemukakan bahwa tujuan penilaian hasil belajar adalah untuk:

1. Menentukan keberhasilan pendidikan

2.  Mengelompokan siswa berdasarkan atas potensinya

3. Menentukan siap dan tidaknya anak bersekolah

4. Melakukan diagnosis terhadap kesulitan belajar siswa

5.  Memotifasi kegiatan belajar siswa serta memberikan layanan bimbingan

Fungsi penilaian hasil belajar

Fungsi penilaian formatif merupakan proses sistematis yang dilakukan guru dalm mengoji cobakan pada siswa sebagai subjek penelitian. Dari hasil test tersebut akan diperoleh data/informasi yang berguna untuk perbaikan pelajaran.

Penilaian hasil belajar sesuai dengan tujuannya:

a.       Penilaian formatif yaitu penilaian yang digunakan dalam proses pembentukan kurikulum, kegiatan mengajar dan belajar dengan tujuan peningkatan dari masing-masing proses. Selain itu kegunaannya bagi siswa adalah membntu siswa dalam merencanakan dan menetapkan langkah-langkah urutan belajar atau teknik atau metode belajar dan untuk penguatkan dalam penguasaan materi.

b.      Penilaian sumatif yaitu penilaian yang dilakukan dalam hubungannya dengan efektivitas belajar sesudah program pelajaran berlangsung.

c.       Penilaian diaknostik yaitu penilaian yang dilakukan untuk mencari sebab-sebab yang lebih dalam terhadap kesulitan-kesulitan belajar siswa guna mencarikan langkah-langkah perbaikan.

 

Ruang lingkup penilaian hasil belajar

Ruang lingkup dalam penilaian hasil belajar berarti menyimak dan mengamati daerah telaah bidang garapan dari penilaian hasil belajar-mengajar. Bidang garapan yang dikaitkan dengan proses penhgajaran (lerning-ticing proses) akan mencakup komponen-komponen berikut yaitu:

a.      Anak didik sebagai masukan mentah (raw-input) yang memiliki kondisi berbeda satu sama lain. Disamping itu yang bersangkutan memiliki potensi baik fisik maupu fisikis dan wajib dan harus dikembangkan.

b.     Isi pendidikan merupakan alat pendidikan dan sebagai perlakuan yang harus dipelajari siswa dan ditelaah.

c.      Proses pengajaran sebagai pertemuan dan terjalinnya interaksi antara anak didik dan isi pendidikan/pengajaran yang disampaikan guru dengan berbagai metode, media dan saran.

 

C. Hubungan gaya belajar dengan hasil belajar

Hasil penelitian dari disertasi yang berjudul “Pengaruh Formatif dan Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar Sains”, oleh mahasiswa Universitas Negeri Jakarta, tertulis bahwa:

a. Pemberian penilaian formatif dalam bentuk tes esai pemetaan lebih optimal dalam mencapai hasil belajar sains daripada pemberian tes bentuk lain

b.  Hasil belajar sains dapat dicapai optimal apabila siswa yang memiliki   gaya belajar konvergen diberikan tes esai pemetaan konsep

c.   Sedangkan pemberian tes pilihan ganda lebih optimal dalam mencapai hasil belajar sains bagi siswa yang bergaya belajar divergen.

Untuk itu dijelaskan bahwa dalam mencapai hasil belajar sains yang optimal perlu dilakukan dengan memilih bentuk penilaian formatif yang tepat dan kontinyu dengan mempertimbangkan aspek gaya belajar yang dimiliki siswa.

Penemuan-penemuan oleh ilmuwan pendidikan, salah satunya Dryden dan Vos (2001) mengingatkan bahwa telah banyak pebelajar yang “drop out” hanya karena gaya belajar mereka tidk cocok dengan gaya pengajaran yang diterapkan oleh pembelajar di kelas. Hal ini berarti dibutuhkan juga pengajar yang mampu menyesuaikan gaya mengajarnya terhadap gaya belajar anak didiknya.

Setelah seseorang menemukan gaya belajarnya, orang tersebut akan mengalami kecocokan yang akan berdampak positif terhadapa penampilan dan keberhasilan belajar si pembelajar.

Permasalahan yang perlu dipaparkan disini adalah “apakah terdapat hubungan antara gaya belajar terhadapa hasil belajar”

Mengenali gaya belajar sendiri belum tentu membuat seseorang menjadi lebih pandai. Tetapi dengan mengenali gaya belajar, seseorang dapat menentukan cara belajar yang lebih efektif. Agar seseorang mengetahui bagaimana memannfaatkan kemampuan belajar secara maksimal , sehingga hasil belajarnya menjadi optimal.

Perlu diperhatikan bahwa tidak ada strategi efektif  yang sama untuk semua orang. Strategi yang efektif untuk seseorang, mungkin tidak efektif untuk orang lain, bahkan tidak untuk semua orang. Oleh sebab itu, gaya belajar memiliki hubungan terhadap hasil belajar yang akan dicapai.

Rahasia belajar seseorang ditentukan oleh kemampuannya untuk mengembangkan strategi yang paling efektif untuknya, yang sesuai dengan gaya/style orang tersebut.

 

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas dapat ditarik beberapa point-point penting yaitu:

1.               Gaya belajar memiliki hubungan terhadap hasil belajar yang akan dicapai.

2.               Gaya belajar adalah cara yang cenderung dipilih seseorang untuk menerima informasi dari lingkungan dan memproses informasi tersebut. Gaya belajar seseorang adalah kunci untuk mengembangkan kinerja dalam proses belajar.

3.               Gaya belajar yang paling sering digunakan adalah gaya belajar visual, auditori dan kinestetik.

4.               Terdapat ciri dari masing-masing gaya belajar yang dapat digunakan untuk mengenali gaya belajar seseorang/diri sendiri.

5.               Strategi yang digunakan dalam masing-masing gaya belajar berbeda.

6.               Dalam buku Quantum Learning dipaparkan tiga modalitas belajar seseorang yaitu: “modalitas visual, auditori atau kinestetik (V-A-K). Walaupun masing-masing dari kita belajar dengan menggunakan ketiga modalitas ini pada tahapan tertentu, kebanyakan oranga lebih cenderung pada salah satu diantara ketiganya”.

7.               Hasil belajar terkandung pada tujuan  yang ingin dicapai dalam belajar. Tinggi rendahnya hasil belajar dapat diukur dengan adanya penilaian hasil belajar.

8.               Ruang lingkup dalam penilaian hasil belajar adalah anak didik, isi pendidikan dan proses pengajaran.

9.               Setelah seseorang menemukan gaya belajarnya, orang tersebut akan mengalami kecocokan yang akan berdampak positif terhadapa penampilan dan keberhasilan belajar si pembelajar.

10.           Mengenali gaya belajar sendiri belum tentu membuat seseorang menjadi lebih pandai. Tetapi dengan mengenali gaya belajar, seseorang dapat menentukan cara belajar yang lebih efektif. Agar seseorang mengetahui bagaimana memannfaatkan kemampuan belajar secara maksimal , sehingga hasil belajarnya menjadi optimal.

11.           Tidak ada strategi efektif  yang sama untuk semua orang. Strategi yang efektif untuk seseorang, mungkin tidak efektif untuk orang lain, bahkan tidak untuk semua orang.

12.           Rahasia belajar seseorang ditentukan oleh kemampuannya untuk mengembangkan strategi yang paling efektif untuknya, yang sesuai dengan gaya/style orang tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Siregar, Eveline, dkk. 2007. Buku Ajaran Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta.

De Porter, Bobbi. 2000. Quantum Learning ( cetakan VII). Bandung: Mizan Media Utama.

Warkitri,

http//www.infoskripsi.com

http//www.unj.ac.id

http//www.puslit.petra.ac.id


TANGGAPAN DARI BUKU YANG BERJUDUL

TRANSFORMASI BUDAYA UNTUK MASA DEPAN

( Karangan Mochtar Lubis)

Oleh: Pratiwi ( 3415076919 ) Pendidikan Biologi Non Reguler 2007

 

Ini merupakan kali kedua saya memberikan tanggapan terhadap isi buku karangan Mochtar Lubis. Seperti kita ketahui dari buku sebelumnya, Manusia Sebuah Pertanggungjawaban semua isi dari buku tersebut tertulis sebagai sindiran kepada masyarakat Indonesia. Dan yang harus sangat disayangkan bahwa semua yang dikatakan itu adalah benar. Kali ini, di buku yang berjudul Transformasi Budaya untuk Masa Depan tidaklah jauh berbeda isinya dengan isi buku sebelumnya. Tiap lembar dari buku tersebut berisi tentang cerminan masyarakat Indonesia yang terjadi pada tahun 1985, prediksi serta harapan yang dibuat untuk bangsa Indonesia.

Buku Transformasi Budaya untuk Masa Depan diawali dengan refleksi keadaaan ( Keadaan Kita Kini ) masyarakat Indonesia pada tahun 1985, dan lagi-lagi menyedihkan. Namun, pada dasarnya saya sangat setuju dengan apa yang dituliskan dalam buku ini, karena semua yang tertulis benar adanya.

Diawali dengan dikutipnya pendapat-pendapat orang asing. Beliau berpendapat bahwa orang asing yang berada di Indonesia biasanya mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan sewaktu mereka di negara asalnya. Ada juga orang asing yang berkata bahwa di Indonesia sangat mudah mendapatkan pembantu rumah tangga. Dan di Indonesia, status adalah hal yang sangat penting. Apa yang perlu dikelak, ketiga pendapat dari orang asing tersebut memang benar terjadi, bahkan hingga saat ini. Situasi tersebut  jelas terlihat bahwa hampir semua warga asing yang bekerja di Indonesia mendapatkan tempat yang sangat  layak, kedudukan paling nyaman atau bahkan kekuasaan tertinggi. Dan tidak jarang warga Indonesia yang beranggapan bahwa orang asing itu sangatlah istimewa.

Pernyataan status adalah penting, sangat penting, sehingga banyak orang mau melakukan apapun demi mendapatkan status yang mereka inginkan. Benda-benda mahal, bermerk adalah ciri dari orang yang berstatus terhormat.

Di indonesia mendapatkan seorang atau bahkan lebih dari seorang pembantu rumah tangga sangatlah mudah karena adanya yayasan yang melayani penyaluran pembantu rumah tangga. Selain itu, banyaknya wanita yang bersedia menjadi pembantu rumah tangga karena biaya hidup yang mahal sehingga memaksakan diri harus mencari nafkah yang lebih untuk kehidupan keluarga serta pendidikan dan kemampuan wanita tersebut hanyalah di bidang bantu membantu. Dan perlu diketahui bahwa lemahnya pendidikan dan kemampuan wanita Indonesia karena masih ada budaya yang mengatakan, bahwa “ wanita tidak perlu bersekolah tinggi karena nantinya akan kembali bekerja di dapur juga ( ibu rumah tangga )”. Hal inilah yang menyebabkan begitu banyaknya wanita yang menawarkan dirinya menjadi pembantu rumah tangga.

Situasi yang tidak kalah pentingnya adalah tindak korupsi yang menyeruak dimana-mana. Korupsi yang terjadi di indonesia mencakup semua kalangan. Dari mulai yang bestatus tinggi, menengah hingga yang terbawah. Korupsi dalam buku itu diklasifikasikan atas tiga yaitu, penyuapan, pemerasan dan pencurian.

Ada pernyataan bahwa di Indonesia yang terpenting bukanlah apa yang kamu ketahui, tetapi siapa yang engkau kenal. Pernyataan ini sangat benar. Semakin banyak kita mengenal orang-orang yang berstatus tinggi semakin mudah jalan kita untuk mencapai sesuatu. Semua pernyataan itu dikaitkan dengan tindak KKN.

Masyarakat Indonesia dikatakan sebagai orang yang terkenal pandai menyimpan rasa tidak senang mereka secara diam-diam, sehingga pada suatu ketika perasaan mereka yang tertekan meledak dan mereka mengamuk sampai akhirnya membunuh. Hal yang seperti ini adalah yang sering sekali terjadi di indonesia saat ini. bekerja sama, kecewa yang dipendam, mengamuk sampai akhirnya membunuh seseorang hanya karena masalah yang sepele.

Contoh kasus yang berkaitan dengan korupsi adalah usaha reboisasi di Kalimantan Timur yang tidak kunjung usai selama 14 tahun dari tahun 1985. Dana yang menguap diperkirakan sebesar 1 milyar rupiah. Kekuatan jiwa serakah manusia menimbulkan kerugian yang besar bagi orang lain.

Statemen bahwa korupsi telah membudaya adalah hal yang tidak dapat dipungkiri lagi. Korupsi yang kian marak terjadi diseluruh kalangan masyarakat Indonesia sering kali tidak jelas arah penyelesainnya. Malahan korupsi lebih sering diselesaikan dengan jalur damai. Di buku tersebut diambil contoh korupsi yang dilakukan oleh pimpinan PT. Indobuildco yang sangat terang-terangan diselesaikan dengan jalurdamai. Kalau setiap tindak korupsi hanya diselesaikan dengan jalur damai, siapa yang tidak senang melakukan tindak korupsi?

Seharusnya korupsi sudah menjadi sejarah tua bagi rakyat Indonesia. Namun, faktanya hingga saat ini korupsi masih merupakan tindak kejahatan nomor 1 di Indonesia. Ketidak tangguhan pemerintah dalam menyelesaikan kasus korupsi sangatlah berdampak besar terhadap kehidupan perekonomian bangsa ini. Jadi, apabila korupsi telah menjadi budaya dalam masyarakat, maka yang celaka adalah rakyat. Rakyat yang tidak memiliki kekuasaan politik, rakyat yang lemah, rakyat yang tidak dapat mengeluarkan pendapatnya serta rakyat yang tidak memilikihak demokrasi Pancasila.

Dalam bahsan Dunia Kita Kini, bapak M. Lubis menggambarkan tentang keadaan dunia di kala 1985. Dunia digambarkan dengan penuh kekerasan dan tidak tentu arahnya. Adapun sebab-sebab yang dipaparkan dalam buku tersebut terkait dengan dunia yang penuh dengan kekerasan dan semuanya berkaitan dengan teknologi yang semakin berkembang.

Dalam buku ini juga diungkapkan bahwa ketidaksesuaian antara apa yang dikatakan oleh pemerintah dengan keadaan yang sebenarnya. Dikatakan bahwa kita hidup dalam demokrasi Pancasila. Namun, dalam kenyataannya pemerintah sendiri sulit untuk menerima kritikan. Hal inilah yang menyebabkan penulis mengangkat sebuah konsep Jawa yakni, seorang penguasa adalah pemegang kekuasaan , karena itu apa yang diucapkan dan dilakukannya senantiasa adalah benar. Pola budaya Jawa ini bersifat vertikal yaitu, kekuasaannya tidak terbuka.

Untuk itu, bapak M. Lubis menghimbau kepada semua masyarakat yang masih menganut pola budaya Jawa untuk melakukan suatu revolusi budaya atau membebaskan diri dari pola budaya Jawa lama ini.

Saran tersebut rupa-rupanya sangat diindahkan oleh sebagian masyarakat Indonesia, termasuk peranan mahasiswa di dalamnya. Sampai akhirnya terjadi titik revolusi di tahun 1999. Namun sayang, revolusi yang terjadi dan kebebasan yang telah disepakati begitu tertindas. Kebebasan yang ada begitu disia-siakan. Begitu banyak masyarakat Indonesia yang salah dalam mengartikan kebebasan. Padahal kebebasan yang ada seharusnya merupakan kebebasan yang bertanggung jawab.

Saat ini justru banyak orang yang melakukan kejahatan dengan dalih memanfaatkan kebebasan yang ada. Sebut saja para aktris cantik Indonesia. Kebebasan yang mereka tunjukkan, tidak lebih dari kebebasan pribadi yang ingin dicapainya. Contoh dalam hal berbusana, mereka merasa bahwa dalam berbusana yang tidak pantaspun kebebasan masih berlaku. Padahal jelas hal tersebut sangatlah mencoreng kebudayaan bangsa kita. Kebudayaan wanita Indonesia yang dikenal dengan kesopanannya, kini harus berubah hanya karena salah mengerti apa itu arti dari kebebasan yang sesungguhnya. Dan hal seperti ini merupakan salah satu dampak dari transformasi budaya yang tidak terkontrol. Budaya buruk Indonesia yang ingin dihilangkan sudah hilang, tetapi sebenarnya bukan hilang, hanya digantikan oleh budaya asing yang tidak sesuai dengan kultur kita. Parahnya, budaya asing ini justru memiliki dampak yang sangat buruk bagi transformasi pola berfikir masyarakat Indonesia. Fashion hanyalah salah satu penyalahguanaan kebebasan dan di bidang lain tentu masih banyak lagi. Dan keadaan tersebut adalah keadaan yang cukup mengga,barkan bagaimana bangsa kita saat ini.

Transformasi budaya yang sebenarnya dimaksud oleh penulis adalah tarnsformasi yang seharusnya menjadikan bangsa ini ke arah yang lebih baik, bukan malah mentransfor semua dan apa saja yang dinginkan oleh individu-individu Indonesia.

Sebagai salah satu contoh kejadian gerhana matahari total yang kebetulan muncul di negara Indonesia. Memang sangat menyedihkan. Disaat orang-orang asing dengan begitu hebohnya ingin mengabadikan peristiwa tersebut, orang Indonesia justru takut dengan segala spekulasinya. Takut pada segala pembicaraan orang yang belum tentu benar alias mudah percaya sebelum mendapatkan bukti. Dapat diartikan bahwa masyarakat Indonesia adalah manusia penakut. Dan Indonesia tidak akan mendapatkan apapun jika semua masyaraktnya memiliki rasa takut yang berlebihan. Takut kalah, takut rugi, takut dalam mengambil resiko, padahal resiko itulah yang perlu diambil dalam melakukan perubahan.

Dibuku tersebut tertulis dalam bidang ekonomi negara-negara maju sudah membicarakan terkait dengan perdagangan bebas. Namun, negara tersebut tetap melindungi produk buatan negerinya sendiri. Sedangkan Indonesia, hanya sebagai  negara berkembang yang mampu bertahan akibat komoditi ekspor berupa hasil-hasil alam. Dan itupun masih membuat perekonomian Indonesia terseok-seok.

Indonesia yang begitu gencarnya menuruti kemauan dunia sebagai salah satu negara yang melakukan perdagangan bebas keliru dalam bertindak. Yang perlu dilakukan saat ini adalah bagaimana pemerintah dan masyarakat Indonesia mengurangi produk-produk impor yang sebenarnya banyak kita temukan di Indonesia. Melindungi pengusaha-pengusaha kecil agar tetap bertahan atau bahkan mampu berdiri dengan kokohnya sehingga mampu tampil di pasaran dunia.

Tetapi, lagi-lagi hal ini begitu mudahnya diselewengkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Beredarnya produk-produk impor yang ilegal masih juga belum terselesaikan. Padahal jelas, hal seperti ini sangatlah merugikan. Mereka bekerja terkadang tidak sesuai dengan kemampuannya dan bukan profesinya. Sangat menyedihkan. Kegagalan bangsa Indonesia hanya dikarenakan watak buruk segelintir orang.

Dalam bidang bioteknologi, Indonesia mengawalinya dengan pembuatan tempe dan ragi. Diawali dengan hal tersebut seharusya menjadikan dorongan bagi masyarakat Indonesia untuk terus mengembangkanny dan mulai menambah produksi-produksi baru disegala bidang. Tapi kegiatan tersebut tidak mengalami perkembangan yang pesat sesuai dengan  tuntutan zaman. Malah pada akhirnya Indonesia harus menjadi negara pengimpor beras sekalipun pernah menjadi negara lumbung ASIA.

Kegiatan yang tidak kalah gencarnya dalam kehidupan saat ini adalah perkembangan teknologi disegala bidang. Dan yang perlu kita lakukan adalah agar tidak dibuat terbuai olehnya.

Kita tidak boleh dibuat terpesona oleh kehadiran televisi, handphone, internet dan masih banyak lagi. Saat ini sadar atau tidak pembodohan masal oleh teknologi telepon seluler dan internet sedang terjadi. Mereka yang tergila-gila dengan canggihnya hanphone dan hebatnya internet saat ini akan sangat mudah menerima asupan apapun yang diberikan oleh kedua benda tersebut. Pelajar yang seharusnya sibuk dengan belajar. Kini sibuk dengan hanphone atau blognya.

Secara tidak sadar perubahan yang besar terhadap teknologi begitu mempengaruhi watak seseorang yang menggunakannya. Mereka berubah menjadi sesorang yang malas atau bahkan menjadi orang jahat dengan keahliannnya dalam melakukan kejahatan di dunia maya.

Transformasi budaya yang seperti ini bukanlah yang dimaksud oleh bapak M. Lubis atau diinginkan oleh masyarakat Indonesia. Perubahan budaya yang diinginkan adalah perubahan menuju arah yang lebih baik.

Untuk pencapaian perubahan budaya yang diinginkan membutuhkan kesungguh-sungguhan dan waktu yang cukup lama. Budaya yang ada saat ini merupakan hasil dari transformasi budaya yang dilakukan pada saat buku ini di tulis. Ini cukup membuktikan bahwa tidak ada keseriusan masyarakta Indonesia dalam melakukannya. Karena saat ini harus diakui budaya Indonesia makin terpuruk, semakin meuju ke arah yang tidak baik. Korupsi yang dahulu dinyatakan sebagai budaya, rupa-rupanya memang sudah mendarah daging.

Berubahnya karakter wanita Indonesia menambah buruk situasi kebudayaan saat ini. Perekonomian dan perdagangan yangterjadi saat ini sedikit banyak membuat kerugian bagi pengusaha domestik. Dan perkembangan bioteknologi yang baru mulia dirangkak.

Tanggapan-tanggapan tersebut hendaknya menjadikan motivasi bagi diri kita masing-masing untuk lebih sadar dan tergugah bahwa Indonesia membutuhkan uluran dari tangan-tangan pemudanya, butuh modifikasi dari manusia-manusianya sebagai benda yang akan mentransformasi kebudayaan kita. Tentunya transformasi ke arah yang lebih baik.

Hidup Indonesia!!!


TANGGAPAN DARI BUKU YANG BERJUDUL

MEMBANGUN KEMBALI JATI DIRI BANGSA

Peran Penting Karakter dan Hasrat untuk Berubah

( Karangan H. Soemarno Soedarsono )

Oleh: Pratiwi ( 3415076919) Pendidikan Biologi Non Reguler 2007

Buku karangan H. Soemarno Soedarsono ini tergolong cukup baik. Hal tersebut terlihat dari isi yang dikandung dalam buku tersebut. Buku yang menganjurkan beberapa saran atau trik dalam melakukan perubahan jati diri pada bangsa Indonesia.

Buku ini dimulai dengan membahas konsep perubahan itu sendiri. Kemudian dilanjutkan dengan latar belakang yang sangat gamblang, terkait dengan kondisi bangsa saat ini, akar permasalahan yang menyebabkan bangsa Indonesia harus berubah, dan kondisi ketahanan bangsa Indonesia.

Di buku ini dijelaskan pula tentang keterkaitan antara jati diri, karakter, jati diri bangsa dan wawasan kebangsaan. Sebenarnya, apa kaitannya antara jati diri, karakter, jati diri bangsa dan wawasan kebangsaan? Hal tersebut yang menjadi inti dari permasalahan pada buku tersebut.

Cara membangun karakter dan solusi dari masalah tersebut tertulis di dalam buku ini.

Saya akan memberikan tanggapan pada buku ini dimulai dengan konsep perubahan itu sendiri.

Dalam  buku tersebut dikatakan bahwa tidak ada yang kekal selain perubahan itu sendiri. Dan hakikat dari perubahan adalah dunia akan terus berubah. Saya sangat setuju dengan pernyataan tersebut. Karena pada dasarnya manusia diciptakan sebagai makhluk yang berakal, selalu merasa kurang dan tidak akan pernah puas. Hal itulah yang menyebabkan perubahan akan terus terjadi dalam kehidupan ini.

Pengembangan pada ilmu penegtahuan, sangat nyata dalam memberikan kontribusinya bagi perubahan dunia kita. Manusia yang selalu merasa kurang, akan membuat sesuatu yang lebih baru lagi, lebih canggih dan tentunya sangat menguntungkan bagi manusia. Namun sayangnya, terkadang manusia membuat sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya tetapi lupa akan dampak-dampak negatif yang ditimbulkan akibat perubahan tersebut.

Dan dalam melakukan perubahan sebaiknya dimulai dari hal yang paling kecil. Hal ini sesuai dengan  puisi “Hasrat untuk Berubah” oleh James Refille yang dikutip dalam buku tersebut. “ Jika kamu ingin mengubah dunia, yang petama dilakukan adalah merubah dirimu sendiri”. Puisi yang sangat saya benarkan. Karena tidak ada bangunan yang kokoh jika konstruksinya tidak baik.

Kita ibaratkan bangsa kita dengan sebuah bangunan, yang apabila baha dan konstruksinya baik maka bangunan tersebut akan berdiri dengan sangat kokohnya. Berbeda dengan kebalikaknnya. Dan peristiwa yang sedang terjadi pada bangsa kita ini adalah bangunan yang tampak berdiri kokoh dan megahnya tetapi di bagian dalamnya sedang digerogoti hewan perusak konstruksi bangunan, yang sebentar lagi hanya menunggu waktu untuk runtuh. Naudzubillahimindzalik.

Lirik puisi lainnya adalah “when character is lost, everything is lost”. Mengapa demikian? Karena karakter sangatlah penting dan merupakan salah satu dari konstruksi dasar sebuah bangunan negara.

Di dalam buku tersebut dicontohkan hilangnya karakter dalam diri pendidik. Hal ini, dapat dilihat dari peran tambahan guru yang tidak baik. Artinya, ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh guru adalah hal yang tidak baik atau bahkan melanggar kode etik keguruan itu sendiri. Memberikan jawaban dari bahan ujian bukanlah hal yang tabu atau baru bagi pendidik Indonesia. Hal ini, sudah sering dan banyak terjadi, hanya mungkin belum semua tindakan ini terdeteksi.

Beralih ke latar belakang tentang kondisi bangsa kita saat ini. karakter yang tidak dimiliki oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, menjadikan bangsa ini sangat keropos. Dan akhirnya berujung pada krisis multideminsi yang mempengaruhi keseluruhan bidang.

 


­­­­­­­

POLA BIOGEOGRAFI MAMALIA PADA ZAMAN (Period) KUARTER

PRATIWI (3415076919)    PEND. BIOLOGI NON REG2007

Berbicara mengenai pola biogeografi mamalia pada period kuarter, terlebih dulu akan dibahas mengenai period kuarter itu sendiri. Berdasarkan skala waktu, pada awalnya era Cenozoic dibagi menjadi period Kuarter dan period Tersier serta sub-era Neogen dan sub-era Paleogen pada period Tersier. Namun, International Commisison on Stratighraphy meniadakan istilah Kuarter dan Tersier dalam tata nama formal. Jadi, sebenarnya era Cenozoicum dibagi menjadi period Kuarter dan period Tersier. Dibeberapa sumber lain dinyatakan bahwa era Cenozoic dibagi menjadi 3 period, yaitu Paleogene, Neogene dan Kuarter.

Period Kuarter
Epoch (zaman) Pleistosen Epoch (zaman) Holosen
Awal, Pertengahan, Akhir Preboreal, Boreal, Atlantic, Subboreal, Subatlantic

 

www.dep.state.fl.us/geology/geol…cale.htm

Secara umum era Cenozoic mempunyai kondisi yang dingin dan kering dari pada era Mesozoic, walaupun pada awal periode relatif hangat. Seperti yang tergambar dalam table di atas, zaman Kuarter terbagi atas zaman Pleistosen dan zaman Holosen.

Menurut Giovanni Arduino pada tahun 1759 di Itali Utara. Kemudian diperkenalkan oleh Jules Desnoyers pada tahun 1829, beradasr atas sedimen France’s Seine yang dilihat dengan jelas bahwa period Kuarter berumur lebih muda dari period  Tertiary. Period Kuarter dibagi atas dua zaman es yaitu, Pleistosen dan Holosen. Zaman ini dimulai dari pembentukan es di belahan bumi bagian utara, kira-kira 2,6 juta  yang lalu.

Selanjutnya yang menjadi ciri dari era Cenozoic adalah bertambahnya es di tiap kutub, puncak dari zaman es pada saat dimulainya zaman Pleistosen. Zaman es ini tidak hanya berpengaruh pada evolusi mamalia secara umum di era Cenozoic tetapi juga evolusi manusia.

Awal Zaman es dimulai kira-kira 1,8 juta tahun yang lalu, pada saat awal periode Neogene. Zaman es terbentuk ketika iklim pada saat itu cukup dingin. Salju mulai terakumulasi tahun demi tahun. Secara terus menerus salju menumpuk dan menyebabkan sinar matahari yang memancar ke bumi di pantulkan kembali. Hal tersebut mengakibatkan kondisi saat itu menjadi lebih dingin. Bertambahnya dingin menyebabkan terakumulasinya banyak salju dengan sedikitnya pencairan. Ini merupakan siklus hebat yang menyebabkan terbentuknya lempeng-lempeng es yang tebalnya lebih dari 1 mil (1 mil= 1693 km).

Pada saat ini gletser hanya berada di daerah kutub dan di puncak gunung. Namun, pada saat zaman Plestosen, kemungkinan tebalnya massa es mencapai 3-4 kilometer yang menutupi sebanyak 30% dari daratan dan diperluas ke arah selatan dibagian Amerika Utara.

Daratan es yang terbentuk pada zaman Pleistosen memberikan efek yang besar pada iklim dunia, tidak hanya sekedar adanya es yang menutupi garis lintang yang tertinggi. Walaupun ada buku popular yang menggambarkan perjuangan mammoth dalam membebaskan dirinya dari keberadaan es, sebenarnya daratan es tersebut memiliki peranan yang cukup bagi hewan dalam migrasi ke arah ekuator (Pough F. H. et al., 2005).

Selanjutnya mengenai biogeografi mamalia di era Cenozoic, dimana terjadi pada saat adanya pemisahan masa benua. Pemisahan ini terjadi dengan proses fisik daratan benua itu sendiri dibandingkan dengan perpindahan hewan dengan sendirinya, hal seperti itu disebut dengan vicarians. Adanya perbedaan dari distribusi mamalia saat ini, merupakan hasil dari biogeografi vicarians. Dimana hawan dan tumbuhan terbawa secara pasif pada saat perpindahan massa. Pola lain dari distribusi mamalia dapat dijelaskan dengan dispersal, dimana perpindahannya dilakukan oleh hewan itu sendiri, biasanya dengan pemisahan populasi dari pada perpindahan jarak jauh per individu. Misalnya, kehadiran dari Marsupials di Australia rupanya cukup mewakili contoh hewan yang mengalami dispersal dari Amerika Selatan melalui Antartika pada awal Cenozoic (Pough F. H. et al., 2005).

Pada period Kuarter karena terjadi peristiwa glasiasi, maka penyebaran mamalia berlangsung secara dispersal. Dimana, mamalia tersebut melakukan migrasi. Terjadinya migrasi dapat dikarenakan  adanya kecenderungan dasar yang menyebabkan hewan meninggalkan tempat lahirnya karena banyaknya keturunan yang diproduksi sehingga habitat aslinya tidak dapat menampung keberadaan dari seluruh hewan tersebut, faktor sumber makanan, ketersediaan air, oksigen, dan suhu optimum (Noland dan Beaver, 1975).

Akibat glasiasi tersebut, hewan-hewan terestrial mendapatkan kemudahan dalam melakukan migrasi. Terbentuk “land bridge” yang mengubungkan antara daratan satu dengan lainnya, yang sebelumnya dipisahkan oleh laut. Di Asia Tenggara, proses glasiasi menyebabkan terbentuknya daratan penghubung antara wilayah Indocina dengan Sundaland di semenanjung Thailand. Sedangkan di Amerika, glasiasi menyebabkan terbentuknya daratan penghubung antara Amerika Utara dan Selatan di daerah semenanjung Panamanian. Penyebaran-penyebaran tersebut dapat di jelaskan dengan adanya penemuan-penemuan fosil di tiap lapisan tanah yang menggambarkan umur dari bumi. Kejadian suatu masa dapat diketahui melalui lapisan-lapisan tanahnya.

Penyebaran mamalia pada period Kuarter banyak tergambarkan pada saat proses glasiasi terjadi, yaitu pada zaman es (Pleistosen). Biogeografi dan rute migrasi dari hewan mamalia besar di Asia tenggara akhir pertengahan Pleistosen fokus pada fosil dan data-data dari Thailand. Thailand merupakan negara yang berperan di Asia Tenggara karena lokasinya yang berbatasan dengan Indocina dan Sundaland yang merupakan daerah biogeografi utama di Asia Tenggara. Terdapat perbedaan yang sangat jelas anatar Indocina ( Thailand Utara, Cina Selatan, Myanmar (kecuali Burma), Vietnam, Laos, dan Kamboja) dan Sundaland (Sebelah Selatan Thailand, Malaysia, Sumatra, Java dan Borneo)(Lekagul dan McNeely, 1988 dalam Tougard, 2001), yaitu menurut iklim, tumbuhan dan hewannya. Batasan antara keduanya terdapat di semenanjung Thailand di Tanah Genting Kra (Tougard, 2001).

Dari data-data hewan di Asia Tenggara memasukkan 129 spesies dari mamalia besar (Primata, Karnivora, Proboscidea, Perissodactyla dab Artiodactyla). Diantarnya, 53 spesies dari mamalia besar (41%) merupakan kecenderungan Indocina, mengingat 44 spesies (34%) cenderung ke Sundaland. Mamalia besar di Indocina dan Sundaland menunjukkan memiliki kesamaan diantara keduannya daripada dibandingkan dengan Kepulauan Philipina yang merupakan wilayah Wallacean (Heaney, 1985 dalam Tougard, 2001).

 

 

 

Hewan-hewan dai Lang Trang memiliki kesamaan dengan hewan di Indonesia pada saat akhir Pleistosen, spesialnya terjadi di Sumatra (Lida Ajer dan Simbarang), Jawa (Punung), dan Borneo (Niah). Akan tetapi, ada hewan-hewan yang dikategorikan punah (tidak ditemui di Indonesia), seperti S. orientalis, seperti halnya Urus thibetanus dan A. melanoleuca. Di sisi lain, S. Barbatus dan Bos javanicus juga tidak ditemukan di Lang Trang. Di Tambun (Semenanjung Malaysia) dan Ngandong (di Jawa), seperti Stegodon trigonocephalus, Hexaprotodon sivalensi, S. Macrogngathus, Homo erectus, E. namadicus, Duboisia sateng dan beberapa lainnya. Keadaan ini berhubungan dengan hewan-hewan di Siwalik yang lebih awal melakukan rute migrasi (awal ke pertengahan Pleistosen) yang disebut dengan rute “Siva-Malayan” (von Koenigswald, 1935 lihat Tougard, 2001).

Study terakhir tentang hewan pertengahan akhir Pleistosen dari Thailand Utara menunjukkan bahwa penggolongan mengacu ke angka penting di Indocina jika dibandingkan dengan Sundaland. Selain itu, penggolongan hewan terjadi khususnya pada hyena; C. crocuta ultima, panda; A. melanoleuca baconi dan orang utan; P. pygmeus. Spesies-spesies ini menyebar selama akhir pertengahan Pleistosen di bagian Utara dari Asia Tenggara. Di sisi lain mereka tidak ditemukan di Thailand lagi. Distribusi yang terjadi hanya dibatasi pada luas benua yang kecil. Hyena yang berbintik, Crocuta crocuta hanya ditemukan di Afrika (Selatan gurun Sahara)(Nowak, 1999 lihat Tougard, 2001). Habitat dari panda besar, A. melanoleuca dibatasi di gunung Cina Selatan, sebaliknya orang utan hanya berada di Sumatra dan Borneo. Merujuk pada Kurten (1956) lihat Tougard (2001), C. crocuta ultima dan Hyaena brevirostris sinensis awalnya berada di Cina Selatan dan mereka punah pada saat terjadinya glasiasi. Di sisi lain, suhu dingin yang menyebabkan menurun altitude dari di vegetasi gunung, yaitu spesies bambu (Zheng dan Lei, 1999 lihat Tougard, 2001). Di sini spesies teresbut mampu menutupi area dataran rendah. Ini memudahkan terjadinya migrasi menuju ke selatan oleh A. melanoleuca baconi, yang bisa hidup dari tanaman bambu (Tougard, et al., 1996 lihat Tougard, 2001).

Berbicara mengenai perpindahan mamalia, selain terjadi di sekitar Asia, ada juga pada beberapa ordo dari mamalia yang penyebarannya terjadi di sekitar wilayah Amerika Utara dan Amerika Selatan. Sebagai contoh, Texas Selatan memiliki catatan fosil terkaya untuk akhir era Cenozoic. Setidaknya ada 18 genus yang punah dan 27 fosil spesies mamalia yang telah punah dan diketahui hanya dari akhir Pleistosen. Beberapa darinya merupakan partisipan di peristiwa utama pada evolusoner yang dikenal sebagai the Great American Biotic Interchange, yang muncul dari pembentukan jembatan tanah Panamanian antara Amerika Utara dan Amerika Selatan.

Selama akhir Pliocene dan awal Pleistosen, setelah penyelesaian dari “land bridge” (jembatan daratan) Panamanian, cukup mewakili dari 17 famili mamalia yang bermigrasi ke selatan dan 10 yang bermigrasi ke utara (Webb, 2006 dalam Baskin, 2007). Beberapa hewan yang bermigrasi cukup mewakili di catatan fosil pada akhir Pleistosen di Texas Selatan, yang memasukkan setidaknya 18 genus yang punah dan 27 spesies yang punah pada mamalia Pleistosen (Baskin 2007).

Ordo Xenarthra yang juga dikenal sebagai edenta, yang termasuk di dalamnya kukang, trenggiling dan armadillos (binatang pemakan serangga). Kukang Mylodont dan Megalonychid masuk ke Amerika Utara pada saat 8 Ma (Marshall et al., 1979 dalam Baskin, 2007), sebelum pembentukan dari “land bridge”  Panamanian. Dua dari famili mereka, Paramylodon harlani dan Megalonyx jeffersonii, keduanya menyebrangi Amerika Utara, mewakili di Texas Selatan.

Lain lagi halnya dengan Capybaras yang merupakan rodensia terbesar, ditemukan di Selatan dan Tengah Amerika. Pada zaman es, mereka memperluas pergerakannya, dari Aizona ke Florida ke Carolina Selatan (Baskin, 2007).

Hewan ordo Artiodactyl, Camelids pada awalnya berkembang di Amerika Utara di akhir Eocene. Pada saat Pleistocen, mereka berpidah ke Asia dan Afrika (yang kemudian dikenal dengan Camel) dan ke Amerika Selatan (Ilamas) dan punah di Amerika Utara (Baskin, 2007).

Ordo Perissodactyl setidaknya ada 3 spesies dari Equus yaitu kuda, zebra dan keledai yang ada di Texas Selatan pada akhir Pleistocen (Baskin da Mosqueda, 2002 dalam Baskin, 2007). Equus berkemang di Amerika Utara, kemudian punah pada saat dunia baru 10.000 tahun yang lalu. Tapir yang primitif pemakan rumput,  saat ini ada di hutan tropis dan subtropis dari utara sampai Tengah Amerika ( sana seperti di Asia Tenggara). Tapir muncul di Amerika Selatan 2 Ma, setelah beremigrasi dari Amerika Utara selama Pleistosen. Mereka kurang cocok dengan kondisi di Amerika Selatan. Tapir terakhir yang ada pada Amerika Utara adalah Tapirus veroensis (Baskin, 2007).

Pada Ordo Proboscidean, tiga famili dari gajah ada di Amerika Utara selama Peistosen. Mammoth kekerabatannya dekat dengan gajah, tinggal dan masuk ke Amerika Utara dari Eurasia pada saat Pleistosen. Mastodonts hadir di Amerika Utara pada pertengahan Miosene.

Sebagai suatu pemikiran, bahwa gajah modern yang ada di Afrika dan India, dimungkinkan asli dari Asia tetapi fossil awal dari Proboscidea ditemukan di Afrika. Diawali oleh keberadaan Palaeomastodont di zaman antara Eosen akhir dan Oligosen awal, selanjutnya Gomphoterium pada akhir Oligosen dan awal Miosene. Selanjutnya ditemukan Anancus di akhir Pliosen dan awal Pleistosen.

Gompthotheres merupakan hewan yang cara makannya gabungan anatara Mammut (mastodont) yang pemakan tunas-tunasan dan Mammuthus (mammoth) yang memakan rumput. Hanya Gomphoteres yang menyebrangi “land bridge” ke Amerika Selatan. Cuvieronius tiba di Amerika Selatan di awal Pleistosen (Baskin, 2007). Pada saat zaman es, ditemukan Mammoth, Mammut dan Stegodon. Spesies-spesies  tersebut punah, dan hanya gajah Asia dan gajah Afrika yang masih ada sampai saat ini. Berikut adalah fosil-fosil Proboscidean yang di temukan di Afrika, Asia, Eropa, Amerika Utara dan Amerika Selatan. Gambar ini menunjukkan bahwa nenek moyang dari gajah modern saat ini berpindah mengelilngi bumi.

 

 

http://www.evolutionsanparks.org

DAFTAR PUSTAKA

Baskin, J. A., and R.G. Thomas. 2007. South Texas and the Great American Interchange: Gulf Coast Association of Geological Societies transaction. V. 57, p. 37-45. Department of Biological and Health Sciences, Texas A&M University – Kingsville, Kingsville, Texas 78363.

Tougard, C. 2001. Biogeography and Migration Routes of Large Mammal Faunas in South-East Asia during the Late Middle Pleistocene: Focus on the Fossil and Extant Fauna from Thailand. Journal of Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology 168 (2001) 337-358. France.

Noland, G. B. and Beaver, W. C. 1975. General Biology; ninth edition. Saint Louis: The C. V. Mosby Company.

Pough, F. Harvey et al., . 2005. Vertebrate Life; Seventh edition. New Jersey. Pearson Prentice Hall.

 

 




PRAKIRAAN INTRUSI AIR LAUT DI DAERAH CAGAR ALAM BOJONG LARANG MELALUI PENGUKURAN DAYA HANTAR LISTRIK AIR TANAH

Detty Yosiyandari (3425072057), Dina Rahma F. (3415076928), Eka Susilawati (3415071996), Novita Rachmawati (3425072052), Pratiwi (3415076919), Adisyahputra dan Tuti Lestari.

 

 

Abstrak

Penelitian ini dilakukan di daerah Cagar Alam Bojong Larang, Cidaun, Cianjur, Jawa Barat. Selain cagar alam di sana juga terdapat pemukiman  dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Aktivitas pemukiman dan TPI membutuhkan air tanah. Penggunaan air tanah yang terus menerus menyebabkan terjadinya intrusi air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prakiraan intrusi air laut di daerah Cagar Alam Bojong Larang. Intrusi air laut dapat diketahui dengan mengukur besarnya Daya Hantar Listrik (DHL) dari sampel air tanah. Alasan digunakannya DHL adalah karena DHL dapat mengukur kelistrikan yang dimiliki oleh air yang mempunyai kadar garam, asam dan basa. Dan indikator terjadinya intrusi air laut adalah air tanah yang memiliki kadar garam salah satunya NaCl yang tinggi. Pengambilan sample dimulai dari garis pantai yang memiliki pasang air laut terjauh. Hasil dari penelitian ini adalah dapat diprakirakan bahwa tidak terjadi intrusi di Cagar alam bojonglarang dan  sekitarnya.

Kata kunci: Cagar Alam Bojong Larang, DHL dan intrusi air laut,

I. PENDAHULUAN

Cagar Alam Bojong Larang adalah salah satu Cagar Alam yang terletak di Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, disebelah selatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Luas wilayah sekitar 750,00 hektar.

Di daerah tersebut terdapat pemukiman dan tempat pelelangan ikan (TPI). Pada pemukiman, masyarakat sekitar memakai air untuk memenuhi keperluan rumah tangga sedangkan pada tempat pelelangan ikan (TPI) masyarakat memakai banyak air untuk menunjang kegiatannya seperti mencuci ikan, dan mengisi bak penampungan ikan. Kepadatan populasi yang sangat besar dan banyaknya aktivitas manusia menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan air tawar oleh masyarakat sehingga meningkatkan intrusi air laut (SWIM, 1996 dalam van Dam, 1999).

Proses intrusi tersebut dapat berlangsung melalui 2 cara, yaitu melalui rembesan pada pori-pori lapisan tanah dan yang lain melalui naiknya air laut ke daratan yang dapat disebabkan oleh air pasang hingga jauh ke darat (Effendi, 1991).

Intrusi air laut dapat menyebabkan air tanah menjadi air payau yang akan berdampak pada perekonomian, ekosistem dan kesehatan masyarakat sekitar. Air payau ini menyebabkan terbatasnya penyediaan air bersih pada daerah pesisir (Arsadi, 2007). Air tanah yang telah menjadi payau atau bahkan asin, maka terdapat sejumlah garam yang terbawa ke permukaan tanah. (Soemarto, 1987 lihat Triadi, 2009) Asam, basa, dan garam merupakan penghantar listrik (konduktor) yang baik. (Apha, 1976; Mackereth et al.,1989 lihat Effendi, 2003). Oleh karena itu intrusi air laut dapat dideteksi dengan mengukur daya hantar listrik air tanah dengan menggunakan alat konduktivitas atau multitester.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prakiraan intrusi air laut di daerah Cagar Alam Bojong Larang melalui pengukuran Daya Hantar Listrik (DHL) air tanah.

 

II. METODOLOGI

Penelitian ini dilakukan di dua tempat yaitu di laboratorium dan di lapangan Desa Cidamar, Cianjur, Jawa Barat. Tujuan dilaksanakannya penelitian di laboratorium adalah untuk mendapatkan fungsi persamaan antara kadar garam dan besar daya hantar listrik untuk digunakan pada saat penelitian di lapangan. Persamaan fungsi yang didapatkan berdasarkan perhitungan regresi hasil percobaan adalah y= 96,18 + 5,54 x, dimana y= kadar garam (NaCl) dan x= besar DHL.

Langkah kerja yang dilakukan pada penelitian di laboratorium adalah membuat larutan garam dengan kadar 3%. Dimana kadar tersebut merupakan kadar air laut yang memiliki perbandingan garam dan air sebesar 30 gr/ 1000 ml (Cole, 1988 lihat: Effendi, 2003). Akan tetapi pada percobaan laboratorium yang dilakukan, perbandingan antara garam dan air yang digunakan dikonversi menjadi 3 gr/ 100 ml. Air yang digunakan sebagai pelarut adalah aquades. Garam ditimbang dengan menggunakan alat timbangan digital sesuai massa yang ditentukan. Setelah itu, garam tersebut dimasukkan ke dalam beker glass 250 ml yang telah diisi aquades 100 ml. Kemudian, larutan garam tersebut diaduk hingga homogen dan diukur besar DHLnya dengan menggunakan multitester. Selanjutnya, percobaan seperti langkah di atas dilakukan kembali sebanyak 10 kali dengan mengubah kadar larutan dengan cara mengurangi massa garam sebanyak 0,25 gr ditiap percobaannya.

Sedangkan langkah kerja yang dilakukan di lapangan adalah dengan mengambil sampel air tanah. Pengambilan sampel air tanah dilakukan dengan mengebor tanah hingga mendapatkan air tanah di titik sampel yang telah ditentukan. Pengeboran dilakukan dengan menggunakan alat biopori tanah. Kemudian, sampel air tanah yang telah didapatkan diukur besar DHLnya dengan menggunakan multitester dan menghitung kadar garam yang didapatkan dengan menggunakan persamaan yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan di laboratorium. Titik pengambilan sampel dimulai dari titik pasang terjauh.

 

III. HASIL

Kadar Garam  (X) DAYA HANTAR LISTRIK (Y)
0,75% 4 mA
1% 4,07 mA
1,25% 4,16 mA
1.5% 4,20 mA
1,75% 4,24 mA
2% 4,28 mA
2,25% 4,32 mA
2,5% 4,36 mA
2,75% 4,40 mA
3% 4,60 mA
∑X = 18,75 gr ∑Y  = 42,63

Tabel 1. Hasil Percobaan Laboratorium

 

Jarak pengambilan titik sampel (m) Daya Hantar Listrilk Kadar  NaCl (%)
0 5 mA 5,2
5 2,4 mA 0

Tabel 2. Daya Hantar Listrik (DHL) air tanah di Cagar alam bojonglarang Jayanti. Titik sampel diambil dari titik pasang terjauh air laut menuju cagar alam.

 

Jarak pengambilan titik sampel Daya hantar listrik Kadar NaCl (%)
+±30 mm 1.6 mA 0
+ 75 m 1.6 mA 0
+ 200 m 0.4 mA 0
+ 225 m 1 mA 0
+ 300 m 0.6 mA 0

Tabel 3. Daya Hantar Listrik (DHL) air tanah yang berada di daerah pemukiman dekat penginapan. Titik sampel diambil dari titik pasang air laut terjauh menuju pemukiman dekat penginapan.

Jarak pengambilan titik sampel Daya hantar listrik Kadar NaCl (%)
+ 5 m 3,8 mA 0
+ 10 m 0,8 mA 0
+ 15 m 0,4 mA 0
+ 20 m 0,2 mA 0

Tabel 4. Daya Hantar Listrik (DHL) air tanah yang berada di daerah sawah sekitar pantai Jayanti. Titik sampel diambil dari titik pasang air laut terjauh menuju daerah sawah sekitar panjat jayanti. Sampel air sawah DHL = 10 mA

 

 

Jarak pengambilan titik sampel Daya Hantar Listrik Kadar  NaCl (%)
0 m 5 mA 5,2
25 m 5 mA 5,2
50 m 4,6 mA 3,4
75 m 4 mA 0,69
100 m 2,4 mA 0
125 m 0,4 mA 0
150 m 0,2 mA 0

Tabel 5. Daya Hantar Listrik (DHL) air sungai di Cagar Alam Bojonglarang Jayanti. Titik sampel diambil dari muara sungai di Cagar Alam Bojonglarang Jayanti. Sampel air laut

DHL = 125 mA

 

IV. PEMBAHASAN

Berdasarkan perolehan data yang disajikan pada tabel 2. Daya Hantar Listrik (DHL) air laut yang diukur di Cagar Alam Bojong Larang adalah 5 mA. Besar DHL tersebut dimasukkan ke dalam persamaan fungsi y= 96,18 + 5,54x, dimana besar DHL tersebut sebagai variable x. Dari perhitungan tersebut diperoleh kadar NaCl 5,2 %. Kemudian, diperoleh kadar NaCl sebesar 0% pada DHL sebesar 2,4 mA dari pengambilan sampel air tanah yang dilakukan pada jarak 5 m setelah titik pasang air laut terjauh.

Demikian pula dengan perhitungan kadar NaCl pada sampel air tanah yang berada di daerah pemukiman dan sawah sekitar pantai jayanti, persentase kadar NaCl-nya sebesar 0 yang disajikan pada tabel 3 dan tebel 4. Hal tersebut diasumsikan karena daya hantar listrik yang dimiliki oleh sample air tanah bukan berasal dari adanya kandungan NaCl yang tinggi, melainkan dari senyawa-senyawa lain yang menimbulkan kelistrikan, seperti senyawa asam, dan basa. Senyawa asam, basa dan garam merupakan penghantar listrik (konduktor) yang baik. (Apha, 1976; Mackereth et al., 1989 lihat Effendi, 2003). Selain itu topografi daerah pemukiman yang lebih tinggi daripada pantai juga diasumsikan sebagai alasan tidak terjadinya intrusi air laut, karena hal tersebut menghindari kemungkinan untuk masuknya air laut ke dalam tanah sehingga air yang berada di sumur warga adalah air permukaan.

Faktor-faktor yang menyebabkan tidak terjadinya intrusi adalah perbedaan ketinggian daerah. Daerah bojonglarang berada di bawah kaki gunung Gede yang umumnya memiliki mata air yang banyak. Sehingga siklus air sangat terjaga dan kemungkinan intrusi air laut sangat kecil. Salah satu faktor yang juga berpengaruh terhadap intrusi air laut adalah debit sungai, makin kecil debit sungai makin jauh jarak pengaruh intrusi air laut ke arah hulu, juga ada faktor lain yang berpengaruh pada intrusi air asin di sungai, yaitu pasang surut dan penampang sungai.

Salinitas air berdasarkan persentase garam terlarut
Air tawar Air payau Air saline Brine
< 0.05 % 0.05 – 3 % 3 – 5 % > 5 %

 

V. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi intrusi air laut di daerah Cagar Alam Bojonglarang, pemukiman sekitar pantai Jayanti dan persawahan dekat pantai Jayanti.

 

Kami Mengucapkan Terimakasih kepada:

1.     Allah SWT

2.     Dosen Pembimbing yaitu Bapak Adisyahputra dan Ibu Tuti Lestari

3.        Pihak-pihak yang terkait atas berlangsungnya penelitian ini dari awal hingga akhir.

 

Daftar Pustaka

 

Arsadi, E. M. , dkk. 2007. Optimalisasi Sumber Daya Air di Wilayah Pesisir (Studi Kasus:Pantai Utara, Kabupaten Karawang, Jawa Barat). Dalam: Delinom, R.M. dan Marganingrum, D. . 2007. Sumber Daya Air dan Lingkungan (Potensi, Degradasi, dan Masa Depan). LIPI Press, Jakarta: 47-48.

van Dam J. C. . 1999. Exploitation, Restoration and Managament. Dalam: Bear. J. (eds.) 1999. Sea Water Intrusion in Coastal Aquifers. Kluweer Academic Publishers. Netherlands: 73.

Effendi, L. dan Helfinalis. 1991. Dampak Intrusi Air Laut Terhadap Kehidupan Sosial, Ekonomi Masyarakat. Seminar Sehari Himpunan Mahasiswa Jurusan Geografi FP- IPS  IKIP Muhamadiyah Jakarta 8 Desember 1991.

Effendi, H. 2003. Telaan Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Penerbit Kanisius, Yogyakarta: 5 + 249 hlm.

Fahrudin. 2006. Penentuan Zona Pencampuran Akibat Intrusi Air Laut dengan Pendekatan Kimia. Teknik, (II): 117-125.

Pemerintah Kabupaten Cianjur. 2007. Laporan Kegiatan Pengawasan Ijin Pembuangan Limbah dan Lingkungan Hidup Tahun Anggaran 2007. diunduh dari www.bplhdjabar.go.id/.

Triadi, I.G. 2009. Analisis Penyusupan Air asin dan pengaruhnya terhadap Potensi Sungai Sambong untuk Irigasi Areal persawahan di Muara Sungai Sambong Kecamatan Batang Jawa Tengah. Universitas Muhamadiyah, Surakarta.

 

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

 


Artikel ini dibuat sebagai syarat mengikuti ujian akhir semester mata kuliah Ilmu Hara yang dibimbing oleh Bapak Adisyahputra sebagai dosen pengampuh mata kuliah. Semoga bermanfaat. :D

A.    Latar Belakang

Air memiliki peranan penting bagi makhluk hidup, tidak terkecuali dengan tumbuhan. Dapat dikatakan, tumbuhan sangat bergantung pada keberadaan air. Banyak sedikitnya air yang digunakam oleh tumbuhan, menjadikan berbagai macam tumbuhan memiliki adaptasi morfologis dan fisiologis. Dalam mempertahankan hidup, tumbuhan melakukan pengambilan air dan ion-ion garam mineral.

Bagi tumbuhan air tidak hanya berperan sebagai pemenuh kebutuhan fisiologisnya. Namun, air juga berperan dalam pengangkutan ion-ion mineral. ion-ion mineral atau yang lebih di kenal dengan hara tersebut diangkut ke seluruh bagian tumbuhan dengan menggunakan air. Perpindahan ion dari tanah dan larutan tanah ke permukaan akar memiliki tiga macam pergerakan, yaitu: intersepsi dan persinggungan, aliran massa dan difusi (Rosmarkam & Yuwono, 2002).

Aliran massa dan difusi merupakan dua proses yang menyebarkan bahan terlarut dalam profil tanah seperti pupuk dan pestisida. Kata difusi berarti suatu penyebaran yang disebabkan oleh pergerakan panas secara acak, sebagai gerak Brown dari partikel koloid (Wild, 1981 dalam Mukhlis, 2003). Dalam hal ini perpindahan terjadi oleh adanya perbedaan konsentrasi larutan pada dua tempat yang berjarak tertentu dimana pergerakan terjadi dari konsentrasi yang tinggi ke konsentrasi yang rendah. Aliran massa atau aliran konveksi berbeda dengan difusi karena pergerakannya terjadi oleh adanya perpindahan air atau gas (Hillel, 1980 dalam Mukhlis, 2003).

Kedua proses pergerakan tersebut sangat penting dalam memindahkan unsur hara dari suatu tempat ke dekat permukaan akar,  agar dapat diserap oleh akar tanaman. Unsur-unsur tersebut adalah P, K, Ca, S dsb. (Mukslis, 2003). Aliran massa memiliki peran dalam mendistribusikan hara. Kecepatan aliran massa dipengaruhi oleh besar kecilnya transpirasi.

B.     Masalah

Pada tulisan ini, masalah hanya dibatasi pada “Bagaimana pengaruh transpirasi terhadap aliran massa dan peranan aliran massa?”

C.     Pembahasan

Beberapa teori telah diajukan untuk menjelaskan proses perpindahan makanan pada tanaman, tetapi hanya sedikit yang dapat diterima dan itupun masih memiliki kritikan. Banyak teori yang gagal menggambarkan mekanisme kemampuan dari pelaksanaannya dalam memenuhi kebutuhan jumlah material melalui kemampuan chanel dalam kebutuhan yang sangat cepat. Mekanismenya harus ada dan harus cocok dengan bentuk dan struktur dari yang sudah disediakan tanaman (Craft, 1931).

Penyisihan beberapa teori yang tidak dapat dipertahankan menjadi bagian kecil dari penelitian sebelumnya mengenai translokasi untuk pencarian mekanisme cepatnya perpindahan makanan dari floem secara longitudinal. Teori saat ini dikategorikan atas dua: (1) Pergerakan dari larutan molekul memposisikan, melalui, ke atasa permukaan dari tabung tapis protoplasma dan hasilnya berasal dari aktivitas protoplasmik ; (2) aliran massa dari tabung pengayak atau floem yang berhubungan, sekalipun tidak langsung, untuk aktivitas dari jaringan fotosintesis, dan tidak tergantung pada aktivitas dari protoplasma pembuluh tapis (Crafts, 1938).

Aliran massa adalah gerakan unsur hara di dalam tanah menuju permukaan akar tanaman bersama-sama gerakan massa air. Aliran massa pada tanah disebut juga konveksi, meliputi pergerakan dalam fase larutan maupun gas. Gerakan massa air di dalam tanah menuju permukaan akar tanaman berlangsung secara terus menerus karena diserap oleh akar dan menguap melalui transpirasi. Aliran massa merupakan proses penyediaan hara yang terpenting bagi unsur-unsur N (98,8%), Ca (71,,4%), S (95,0%), dan Mo (95,2%) (PusLit Kopi & Kakao Indonesia, 2004).

Aliran massa adalah ion dan bahan lain yang larut berpindah bersama aliran larutan air ke akar tanaman akibat transpirasi tanaman (Afandhie Rosmarkam & Nasih Widya Yuwono, 2002). Transpirasi menggerakkan perpindahan air dan melarutkan nutrisi melalui tanah ke akar dengan aliran massa (Cramer et al., 2008).

Berarti dapat dikatakan pula bahwa aliran massa berperan dalam perpindahan bahan-bahan organik yang dimanfaatkan oleh tumbuhan. Seperti halnya dengan unsur hara N, hara Ca, dan Mg diserap oleh tanaman melalui mekanisme aliran massa.

Telah disebutkan sebelumnya bahwa aliran massa memiliki keterkaitan dengan peristiwa transpirasi. Tujuan dari proses transpirasi itu sendiri adalah sebagai mekanisme pemenuh kebutuhan air dan ion-ion oleh tumbuhan. Pada saat tumbuhan melakukan transpirasi, maka tumbuhan menyalurkan air dan ion-ion yang terkandung dari bagian bawah tumbuhan ke bagian atas tumbuhan sampai ke pucuk (daun), untuk kemudian air diuapkan/dikeluarkan ke udara melalui daun dan hara ditransport ke seluruh bagian tumbuhan. Dari penjelasan tersebut dapat diartikan bahwa banyak sedikitnya hara yang didapatkan oleh tumbuhan memiliki ketergantungan dengan besar kecilnya transpirasi.

Kecilnya laju transpirasi dapat disebabka oleh beberapa faktor, salah satunya adalah sdikitnya persediaan air tanah atau terlalu tingginya suhu lingkungan yang mengakibatkan tertutupnya stomata untuk mengurangi penguapan. Bahwa rendahnya serapan unsur hara pada kadar air tanah tersedia rendah terjadi karena laju aliran massa menurun sebagai akibat menutupnya stomata (Mapegau, 2001).

Aliran massa yang mengandung nutrisi dimungkinkan terjadi secara spesial pada tumbuhan yang densitas akarnya sangat kecil, menyediakan mekanisme untuk mendapatkan nutrisi pada saat tidak terjadi perkembangbiakan secara besar-besaran oleh sistem akar (Cramer et al., 2008).

Transpirasi di daerah yang dingin, seperti pada tumbuhan yang mengalami pembekuan pengambilan nutrisi dipercaya dengan menggunakan intersepsi akar dan difusi. Misalnya di daerah tundra, aliran massa mengirimkan nutrisi berlebih seperti Ca dan Mg tetapi sedikit N, P atau K (Lambers et al., 1988 lihat Cramer et al., 2008). Namun demikian, di daerah yang beriklim sedang mengakses air dengan cukup dipercayai pada transpirasi untuk memfasilitasi alira  massa dalam mentransfer nutrient (Cramer et al., 2008). Transpirasi juga terjadi pada malam hari. Malam adalah saatnya tumbuhan kehilangan air yang mungkin fungsi dari penyediaan hara melalui aliran massa (Ludwig et al., 2006; Howard & Donovan, 2007; Scholz et al., 2007 dalam Cramer et al., 2008).

Peran utama aliran massa adalah dalam membantu tumbuhan mensuplai bahan makanan. Beberapa unsur yang cara pengambilannya dapat menggunakan aliran massa adalah unsur Ca. Unsur Ca ditransportasikan ke xilem terjadi dengan cara aliran massa dari Ca2+ yang bebas dan beberapa Ca organik yang kompleks (Clarckson, 1984).

Pergerakan ion fosfat pada umumnya disebabkan oleh proses difusi, tetapi jika kandungan P larutan tanah cukup tinggi, maka proses aliran massa dapat berperan dalam transportasi tersebut. Ion yang sudah berada dipermukaan akar akan menuju rongga luar akar (outer space) melalui proses difusi sederhana, jerapan pertukaran, dan kegiatan bahan pembawa (carrier). Selanjutnya ion memasuki rongga dalam akar (inter space) dengan melibatkan energi metabolisme, yang dikenal sebagai serapan aktif (Nyakpa et al., 1988 dalam Elfianti, 2005). Jadi, ion P dapat ditransportasikan melalui dua cara, difusi atau aliran massa tergantung dari jumlah/kandungan P di dalam tanah. Semakin tinggi konsentrasi ion P di dalam tanah, maka kemungkinan terjadinya transport P secara difusi sangat kecil dan kemungkinan transport hara dengan menggunakan aliran massa.

Konsep lain dari aliran massa yang diusulkan oleh Munch bahwa larutan gula berpindah melalui tabung tapis pada floem dari titik sumber  (organ penyimpanan atau jaringan yang melakukan fotosintesis) ke titik pengguna. Craft memperluas konsep tentang aliran massa dari jaringan floem secara keseluruhan mencakup tabung tapis, beberpa sel dan parenkim dan lebih lanjut lagi mengusulkan bahwa larutan gula berpindah secara melintang tidak hanya melalui lumen dari sel tetapi juga melalui dinding sel (Clements).

Konsep di atas secara tidak langsung mengatakan bahwa peristiwa aliran massa, tidak hanya terjadi pada saat hara masih ada di tanah dan mendekat ke akar. Akan tetapi, aliran massa juga terjadi pada saat fotosintat disebarkan ke seluruh bagian tumbuhan yang membutuhkan, bahkan ke akar. Setelah air yang mengandung hara dari air tanah diangkut melalui xylem, kemudian sampai di pucuk. Air akan diuapkan melalui daun, sedangkan haranya dijerap oleh sel-sel. Bersamaan dengan peristiwa tersebut, terjadi aliran massa di floem yang tujuannya untuk menyebarkan hasil fotosintesisnya ke seluruh bagian tumbuhan.

Selain itu aliran massa juga telah menunjukkan peranannya sebagai mekanisme utama dari transpor O2 di beberapa spesies yang daunnya mengapung dan muncul pada tanaman air (Dacey, 1981; Amstrong and Amstrong, 1991 dalam Schuette, 1995).

D.    Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu:

1.     Kecepatan aliran massa dipengaruhi oleh laju transpirasi. Semakin besar laju transpirasi, maka semakin cepat pula terjadinya aliran massa.

2.    Pada beberapa ion, banyak sedikitnya ion yang masuk ke dalam tumbuhan juga bergantung pada besar/kecilnya aliran massa.

3.    Selain berperan dalam membawa hara bagi tanaman, aliran massa juga berperan dala penyebaran hasil fotosintesis dan transpor O2.

E.     Daftar Pustaka

Afandhie Rosmarkam & Nasih Widya Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Clarkson, D. T. 1984. Calcium Transport Between Tissues and Its Distribution in the Plant. Plant, Cell and Environment, 70: 449-456.

Clements, H. F. Movement of Organic Solutes in the Sausage Tree, Kigelia Africana. Plant Physiology, 689-700.

Crafts, A. S. 1939. Translocation in Plants. Plant Physiology, 13: 791-814.

Crafts, A. S. 1931. Movement of Organic Materials in Plant. Plant Physiology. 6: 1-41.

Cramer, M. D., Hoffman, V. & Verboom, G. A. 2008. Nutrient Availability Moderates Transpiration in Ehrharta calycina. New Physiologist, 179: 1048-1057.

Elfiati, Deni. 2005. Peran Mikroba Pelarut Fosfat Terhadap Pertumbuhan Tanaman. e-USU Repository.

Mukhlis & Fauzi. 2003. Pergerakan Unsur Hara Nitrogen di Dalam tanah. USU digital library.

PusLit & Kakao Indonesia. 2004. Panduan Lengkap Budidaya Kakao. Tangerang: PT Agro Media Pustaka.

Schuette, J. L. & Klug, M. J. 1995. Evidence For Mass Flow in Flowering Individuals of the Submersed Vascular Plant Myriophyllum heterophyllum. Plant Physiol, 108: 1251-1258.


Cerita ini ditulis 3 tahun yang lalu, tapi baru sempet di post sekarang setelah ini data kabur entah kemana. Jadi kalo ada cerita yang sekarang keadaanya udah beda, sok atuh, jangan tersinggung. Ini hanya secuil kenangan yang bisa di ceritakan untuk anak dan cucu kita nanti. Hahahaha… Cekidot!!

 

Awalnya ngga nyangka sama sekali kalo2, gw bakalan ikutan dateng ke pelantikan KSP di Bodogol. Ya iyyalah ragu,, orang alurnya aja, gw g pernah ikut. Padahal waktu itu gw ditunjuk jadi seksi acara. Magabut banget gw. Heee..

Pelantikan itu, bwt ank2 2008 yang alhamdulillah kena perangkap, godaan dan rayuan KSP.

Kalo d liat anak2nya mah, kaga jauh beda kelakuannya ama anak2 angkatan sebelumnya. Cuma bedanya, mereka masih pada manja2 banget. Tingkat kesopanannya juga, rendah banget, sampe-sampe g bisa  diukur., haa,,

 

Waktu berangkatnya mah, kaya adat KSP, sebagian panitia jalan duluan dan sisanya lagi bareng2 ama anak 08nya. Seharusnya gw jalan belakangan, barengan tuh bocah2 baru, alasannya gw kn HPD. Tapi ogah ah,, gw kaga sanggup kalo harus jalan sejauh 7 kilo dari turun bis jurusan Sukabumi-Jakarta sampai ke SPB ( Stasiun Penelitian Bodogol ). Hahaa,, panitia yang aneh. Dan gw terselamatkan oleh 1 orang teman seprofesi ( haaa,, sama2 HPD jg) si Wenda.. dia mau mengalah demi gw.. heee.. lagian secara fisik jg kuatan dia daripada gw. Haaaa.. dasar gembul.

 

Tanggal 22 januari itu gw awali dengan persiapan yang matang. Siap2 untuk ngga menjadi orang yang tukang ngaret. Malemnya gw packing dan tidur dengan amt tidak nyenyak.. huft.. kata Diaz anak2 berangkat dari kampung rambutan jam 8. secara otomatis otak gw menset diri gw untuk bangun pagi dan tiba di kampung rambutan tepat pukul 8.

Sampai disana ternyata baru jam ½ 8. berati gw harus tunggu ½ jam lagi. Ngga masalah …. klo hanya tunggu ½ jam aj.. tapi siapa sangka, setelah gw telpon ci Desi, katanya mereka janjian jam ½ 9…   ehhmmmm..  ennek bgt gw nelen ludah sendiri. Tp mau gmn lagi.. akhirnya gw nunggu..

 

Alhamdulillah ci Desi dateng. Dan gw bangun siap untuk berangkat naek bis Sukabumi.. tapi gw ngeliat ka maria (maya), astrid, ka dut ( marlina ) lagi nunggu di trotoar depan gerbang terminal antar kota. Oohh.. mereka udah sampe juga?? ( dlm hati ) gw pikir setelah kedatangn gw, kita langsung jalan. Ternyata masih nunggu irfan, fandi, novi.

Ngga lam airfan dateng. Terus si fandi. Terus lama banget,, baru si novi dateng.

 

Akhirnya jalan juga.. tp ko ngga ada yang bangun ya??? Ternyata masih nunggu k emi, yang mau nganterin belanjaan buat persediaan makan kita di sono. Oooww.. yaudh,, bentar lagi mungkin.. daripada disono kaga makan.. heee..

Kabar buruknya, waktu k emi di tlp, katanya lagi nunggu ka colod ( isnin ). Lah,, kapan berangkatnya donk.. kalo maen tunggu2 an. Huuu..

 

1 jam kemudian ka emi, ka gugum ma ka colod dateng. Dan mereka langsung pulang, dan akhirnya gw berangkat juga..  2 jam kemudian gw sampe di Lido. Nyampe2 langsung pada beli nasi padang.. haaa.. laperrr…

Ini dia bedanya anak baru ama panitia. Kalo anak baru kan jalan 7 kilo, itu diitung dari Lido sampe SPB, kalo panitia dari Lido sampai Resort itu naek angkot yang disewa. Haaa.. asyikkan,, sampe sono makan dah.. abis makan baru lanjut jalan dari Resort ampe SPB,, lumayan, Cuma 3 kilo an.. heee,,

 

Sampe di SPB ya,, nyantai2 dulu,, mandi, baru siap2 bwt makan malem. Diperkirakan peserta sampai jam 9 malem. Jadi sebelum jam 9 malam, yaaa,, nyantai2 lagi,, sambil membersiapkan ramuan ajaib.. buat penyembutan mereka. Waktu gw si pete.. tp sekarang,, mi lembek, pake kopi, kecubung, lada, cabe, garam,kecap, bawang putih, kunyit.

Rasa yang mantaphh.. tapi percaya atau ngga,, tuh anak2 bru malah bilang kaya makan mie ayam.. haaaa,,  malah minta di bikinin lagi.  Eu..

 

Lanjut setelah penyambutan, mereka dapet sedikit sambutan yang hangat dan mengantukkan. Malam2 baru sampe, dikira bakalan langsung tidur, ehh,, malah ada acara kenalan dulu ama guets2nya..  haaaa,, jangan sedih donk,, itu fungsinya untuk lebih kenal lagi ama si mamang2nya,, biar besok waktu tracking ngga ada rasa canggung apalagi malu kalo2 mau tanya2 soal bodogol..  haaa,, macam dukun aj.. ada mang ae tentunya, kang igut, kang elan sama syp lagi ya,, lupaa… heee,, sayang mang suhai harus cepet2 ninggalin kita2, karena ada panggilan ke Tegal.. ngga tau ngapain,, di tagih utang kaliii… hiiii,,,

 

Huaaaahh…  kayanya mereka udah pada ngantuk tuh.. dengan cepat, ka fery, yang emang dari tadi megang acara langsung ngambil aba2 haluan untuk tidur.. mereka semua riang gembira bukan main.. tapi g semua langsung tidur si, ada juga yang masih harus ngabisin makan malemnya dulu. Gara2 tadi makan malemnya kecepetan, ditengah hutan pula. Kayanya ilang nafsu tuh bocah2 tadi.

Tapi setelah perut kenyang, mereka semua langsung grabag-grubuk, sruduk-srudukan untuk dulu-duluan ngambil sleeping bag. Haaaa.. ngantuk juga dia..

 

 

Waaahh,, pagi menyeruak, ternyata masih ada juga yang bersuka ria dengan suara indah intonasi sangar… Snor!!!  Haaa.. biasa itu mah.. kalo di KSP ada tidur yang ngorok itu mah wajar. Pasti semua akibat cape yang ampun-ampun deh.. sekali lagi,, Wajjjaarr!!!! Hee..

 

Makan pagi udah, bekal makan siang juga uda di siapin, minum udah nyantol, jas ujan juga udah sip. Tinggal jalan aja. Tapi lagi2 kebiasaan KSP. Harusnya berangkat pengamatan maksimal jam 7, tapi, lagi-lagi harus ngaret. Jam 7 lewat 15 menit baru mulai jalan. Haa Cuma beda 15 menit aja, sewot banget gw kayanya … tapi, yaa, itulah gw dan semua makhluk penghuni KSP. Hiii..

 

Gw sendiri kebagian jalan jadi pendamping kelompok 3. isinya 3 cewe caur.. stephani yang biasa dipanggil nteph, ana ama si lela. Gw si bareng akang, ka farah, kadir, ama ka coloudy. Ehh,, ama kang elan deng!!! Luppa ampe..

 

Jalan si oke, dapet jalur afrika, canopy, trus ke catwalk abis ntu mampir dlu di PPKAB ( nungguin kadir ngambil celana pendek buat mandi di Cikaweni ama bakwan buat makan siang) hee..

Aneh kan denger ada yang namanya kadir. Orang waktu pertama gw masuk KSP aja bingung kenapa bisa dipanggil kadir. Tapi, lama kelamaan gw sadar, kalo sebenernya kadir emang miripp ama kadir sang komedian. Haaa,,, nama aslinya si andika, tapi kecakepan ahh,, berat ke nama.. haaa ( map ya ka marly).

 

Kalo ka farah itu yayangnya ka lana. Asdos botani gw yang masya Allah dah.. prasaan kalo jalan ama ka lana semua nama taneman dia hafal. Ngga heran kalo dia jadi asdos. Lho, ko jadi nyeritain ka lana. Heemm.. ka farah itu angkatan 05, kalo ka lana angkatan 06. nah lo,, pikir ndiri dah,, kira2 napa tuh!!..  hee,, map ya,, kaka kaka ku…

 

Nyampe air terjun cikaweni, si bos coloudy langsung beraksi… mandiiiii… ngga tanggung2, dia langsung berdiri di bawah grujugan airnya,, alhamduliillah,, bassah banget.. tapi tetep so’ cool..

fuiihh,, tapi mau bagaimana lagi, malang tak bisa ditolak.. besoknya ka coloudy tepar, mabok, hampir kaya orang sakit ( lha, bukannya emang sakit??). panas.. kaga ikut tracking dah.. tidduuurrr aja saban hari.. ampe2 ada layar tancep di dua pelipisnya.. haaa.. tapi gw lupa merknya, salonpass apa koyo cap cabe yac??

Hemm,, ka coloud namanya juga..

 

Hari kedua juga gw kaga jalan,, masak2 dah di SPB. Tapi dahsyat,,, mereka semua balik ke SPB jam 12 siang… cepet banget bukannya… ya udah, mau bagaimana lagi.. lagi-lagi dasar KSP..

 

Malemnya biasa,, acara penutupan dengan keramah kejian.. haaa,, abis  jalan jauh, diomel-omelin, di baik2 in pake d suruh cerita apa alasan mereka masuk KSP, trus ketawa2. abis itu, di kasih ramuan ajaib deh.. kaga tau apa bahannya, tapi yang jelas kaga enak.. whulleee.. di tambah lagi pake tepus,, tanaman penghangat tubuh.. wuuuu,, pueeeddeesss,, bethh.. tapi, ya gitu dah.. mau bagemana lagi.. pahit, pedes, bikin enek dan ngga enak.. tapi, lagi2 semua itu memang KSP dan udah mendarah daging..

 

Gw kebagian ngumpanin si Nurhai ( gitu panggilan tuh cewe berjilbab, kaga tau nama aslinya). Diem, kalem, kaga teriak2/ heboh kaya yang lain,, gw elus2 buat minum tuh ramuan sama makan tuh tepus,, walaupun sebenernya gw tau, si nurhai pasti gregetan ama gw..  haaaa,, maaap ya nurhai..

 

Abis ntu,, mereka siap untuk di kasih ramuan penghalus kulit wajah.. lagi2 gw juga kaga tau, apa tuh isinya. Tapi yang jelas bahan utamanya adalah tanah, lumpur lebih tepatnya… tapi,, weiitss, gw ngga ikut andil, makanya gw bersih dari bales dendam. Tapi si diaz.. hancur lebur mukanya, sama kaya peserta.. masalahnya emang Cuma dia yang sadis, dengan bangganya menyeruak wajah tu bocah2 pake ramuan lumpur. Hiii,, kena batunya deh!! Rasakan tuh abangku…  haa

sebenernya belom selese nih cerita, tapi berhubung ngantuk jd ceritanya selesei deh,, :D

 

 


Bagaimana seekor ganjurmampu mengepakkan sayapnya 1000 kali per detik? Bagaimana seekor kutu melompat sejauh ratusan kali ukuran tinggi tubuhnya? Mengapa seekor kupu-kupu terbang maju sementara sayapnya mengepak ke atas dan ke bawah?

Lalat adalah satu di antara hewan-hewan yang disebut di dalam Al Qur’an, sebagai satu saja dari banyak satwa yang mengungkap pengetahuan tak terbatas Tuhan kita. Allah Yang Mahakuasa berfirman tentang hal ini dalam ayat ke-73 surat Al Hajj:

Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah. (QS. Al Hajj, 22:73)


Otot-otot penerbangan dari banyak serangga seperti capung mengerut sangat kuat akibat rangsangan yang ditimbulkan oleh saraf-saraf yang mengendalikan setiap gerakan mereka

Meskipun telah dilakukan penelitian terkini, walaupun seluruh teknologi telah Allah berikan kepada manusia, amat banyak ciri makhluk hidup yang masih menyimpan sisi-sisi menakjubkannya. Sebagaimana pada segala sesuatu yang telah Allah ciptakan, dalam tubuh seekor lalat memperlihatkan bukti melimpah pengetahuan mahatinggi. Dengan mengkaji seluk beluknya, siapa pun yang berpikir akan mampu sekali lagi merenung di atas kekagumannya yang mendalam kepada Allah dan ketaatan kepadaNya.

Sejumlah penelitian yang telah dilakukan para ilmuwan terhadap perangkat penerbangan lalat dan serangga-serangga kecil lainnya diuraikan di bawah ini. Kesimpulan yang muncul darinya adalah tiada kekuatan acak, coba-coba atau wujud selain Allah yang mampu menciptakan kerumitan seekor serangga sekalipun.

Otot terbang dari banyak serangga seperti belalang dan capung mengerut sangat kuat akibat rangsangan yang ditimbulkan saraf-saraf yang mengendalikan setiap gerakannya. Pada belalang, misalnya, sinyal-sinyal kiriman setiap saraf menyebabkan otot-otot terbang mengerut. Dengan bekerja bergantian, tidak saling berlawanan, dua kelompok otot yang saling melengkapi, yang dinamakan elevator (pengangkat) dan depresor (penurun), memungkinkan sayap-sayap terangkat dan mengepak ke bawah. Belalang mengepakkan sayapnya 12 hingga 15 kali per detik, dan agar dapat terbang serangga-serangga lebih kecil harus mengepakkan sayapnya lebih cepat lagi. Lebah madu, tawon dan lalat mengepakkan sayap 200 hingga 400 kali per detik, dan pada ganjur dan sejumlah serangga merugikan yang berukuran hanya 1 milimeter (0.03 inci), kecepatan ini meningkat ke angka mengejutkan 1000 kali per detik! Sayap-sayap yang mengepak terlalu cepat untuk dapat dilihat mata manusia telah diciptakan dengan rancangan khusus agar dapat melakukan kerja yang terus-menerus semacam ini.

Sebuah saraf mampu mengirim paling banyak 200 sinyal per detik. Lalu bagaimana seekor serangga kecil mampu mengepakkan sayapnya 1000 kali per detik? Penelitian telah membuktikan bahwa pada serangga-serangga ini, tidak terdapat hubungan satu-banding-satu antara sinyal dari saraf dan jumlah kepakan sayap per satuan waktu.

Pada perangkat istimewa ini, yang masing-masing diciptakan tersendiri pada tubuh setiap serangga, tak dijumpai ketidakteraturan sedikit pun. Saraf-sarafnya tidak pernah mengirim sinyal yang salah, dan otot-otot serangga senantiasa menerjemahkannya secara benar.

Pada jenis seperti lalat dan lebah, otot-otot yang memungkinkan terbang bahkan tidak menempel pada pangkal sayap! Sebaliknya, otot-otot ini melekat pada dada melalui pengait yang berperan seperti engsel, sedangkan otot-otot yang mengangkat sayap ke atas melekat pada permukaan atas dan bawah dada. Saat otot-otot ini mengerut, permukaan dada menjadi rata dan menarik pangkal sayap ke bawah. Permukaan samping sayap memberikan peran penyokong sehingga memungkinkan sayap-sayap terangkat. Otot-otot yang menimbulkan gerakan ke bawah tidak melekat langsung pada sayap, tapi bekerja di sepanjang dada. Ketika otot-otot ini mengerut, dada tertarik kembali ke arah berlawanan, dan dengan cara ini sayap tergerakkan ke bawah.

Engsel sayap tersusun atas protein khusus yang dikenal sebagai resilin, yang memiliki kelenturan luar biasa. Karena sifatnya jauh mengungguli karet alami ataupun buatan, para insinyur kimia berupaya membuat tiruan bahan ini, di laboratorium. Saat melentur dan mengerut, resilin mampu menyimpan hampir keseluruhan energi yang dikenakan padanya, dan ketika gaya yang menekannya dihilangkan, resilin mampu mengembalikan keseluruhan energi itu. Alhasil, daya guna (efisiensi) resilin dapat mencapai 96%. Saat sayap terangkat, sekitar 85% energi yang dikeluarkan disimpan untuk saat berikutnya; energi yang sama ini kemudian digunakan kembali dalam gerakan ke bawah yang memberikan daya angkat ke atas dan mendorong sang serangga ke depan. Permukaan dada dan ototnya telah diciptakan dengan rancangan istimewa untuk memungkinkan pengumpulan energi ini. Namun, energi tersebut sesungguhnya disimpan pada engsel yang terdiri atas resilin. Sudah pasti mustahil bagi seekor serangga, dengan usahanya sendiri, melengkapi diri sendiri dengan peralatan luar biasa untuk terbang. Kecerdasan dan kekuatan tak terhingga Allah telah menciptakan resilin istimewa ini pada tubuh serangga.


Lebah madu, tawon dan lalat mengepakkan sayap mereka 200  hingga 400 kali per detik.

Untuk penerbangan yang mulus, gerakan lurus ke atas dan ke bawah saja tidaklah cukup. Agar dapat memunculkan gaya angkat dan gaya dorong, sayap haruslah pula mengubah sudut gerakannya di setiap kepakan. Sayap-sayap serangga memiliki kelenturan berputar yang khas, tergantung jenisnya, yang dimungkinkan oleh apa yang disebut sebagai direct flight muscles (otot-terbang kemudi), disingkat DFM yang menghasilkan gaya-gaya yang diperlukan untuk terbang.

Ketika serangga berupaya naik lebih tinggi di udara, mereka memperbesar sudut sayap mereka dengan mengerutkan otot-otot di antara engsel-engsel sayap ini secara lebih kuat. Rekaman gambar berkecepatan-tinggi dan gerak-terhenti memperlihatkan bahwa selama terbang, sayap-sayap tersebut bergerak mengikuti lintasan lingkar-telur dan untuk setiap kali putaran sayap, sudutnya berubah secara teratur. Perubahan ini disebabkan pergerakan yang senantiasa berubah dari otot-terbang kemudi dan penempelan sayap pada tubuh.

Masalah terbesar yang dihadapi jenis serangga sangat mungil ketika terbang adalah hambatan udara. Bagi mereka, kerapatan udara sangat besar menjadi rintangan yang tidak bisa diremehkan. Selain itu, lapisan penghambat di sekeliling sayap menyebabkan udara melekat pada sayap dan mengurangi kedayagunaan (efisiensi) terbang. Agar dapat mengatasi hambatan udara ini, serangga-serangga seperti Forcipomya, yang lebar sayapnya tak lebih dari 1 milimeter, harus mengepakkan sayap 1000 kali per detik.

Para ilmuwan percaya bahwa secara teori, kecepatan ini pun tidaklah cukup menahan serangga-serangga ini tetap di udara, dan mereka pastilah menggunakan perangkat tambahan lainnya. Pada kenyataannya, Anarsia, sejenis serangga merugikan, menggunakan cara yang dikenal sebagai ‘beat and shake‘ (mengepak dan menggoyang). Ketika sayap-sayapnya mencapai titik tertinggi dalam gerakannya ke atas, sayap-sayap ini saling mengepak dan kemudian membuka ke bawah kembali. Di saat sayap-sayap ini (dengan jaringan pembuluh darahnya) membuka, aliran udara depan membentuk pusaran mengitari sayap-sayap tersebut dan dengan kepakan sayap membantu daya angkat.

Banyak jenis serangga, termasuk belalang, memperhatikan apa yang ditangkap penglihatannya seperti garis kaki langit (horizon) untuk menentukan arah terbang dan tujuan akhirnya. Untuk mengokohkan keseimbangan kedudukannya, lalat telah diciptakan dengan rancangan yang lebih luar biasa lagi. Serangga-serangga ini memiliki hanya sepasang sayap, tapi di sisi belakang masing-masing sayap itu terdapat tonjolan melingkar yang dikenal sebagai halter (pengekang). Meskipun tidak menghasilkan gaya angkat, pengekang ini bergetar bersama sayap-sayap depan. Di saat serangga mengubah arah terbangnya, tonjolan sayap ini mencegahnya menyimpang dari jalur perjalanan.

Seluruh pengetahuan yang dipaparkan di sini dihasilkan dari penelitian terhadap kemahiran terbang tiga atau empat jenis serangga saja. Perlu diketahui bahwa keseluruhan jenis serangga di bumi berjumlah sekitar 10 juta. Dengan mempertimbangkan seluruh jutaan jenis selebihnya ini, beserta keistimewaan tak terhitung yang dimilikinya, seseorang pasti semakin bertambah kekagumannya akan kehebatan Allah yang tak terhingga.

Pemecahan Masalah bagi Gangguan Vena dari Gen Kutu

Para ilmuwan telah berhasil memisahkan gen resilin dari lalat buah dan berhasil membuat salinan protein ini secara alamiah dengan mencangkokkan gen tersebut ke dalam bakteri Escherichia coli.

Dalam penelitian yang dilakukan the Australian Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO), (Organisasi Penelitian Ilmiah dan Industri Persemakmuran Australia), para ilmuwan yang berhasil menemukan gen yang menghasilkan resilin serangga juga menemukan polimer hebat yang mungkin berguna dalam penanganan penyakit pembuluh darah vena. Pengkajian yang berawal di tahun 1960-an, yang dipusatkan pada belalang dan capung padang pasir, merupakan pendorong kuat yang memajukan tahap terpenting ini.

Resilin, yang juga memberikan kutu kemampuan untuk membuat lompatan luar biasa, melengkapi belalang dan capung padang pasir, serta serangga lain keahlian bergerak yang mengejutkan. Berkat zat ini, kutu mampu melompat beratus-ratus kali tinggi tubuhnya sendiri dan sejumlah lalat dapat mengepakkan sayapnya lebih dari 200 kali per detik.


Untuk penerbangan yang mulus, gerakan sayap lurus ke atas dan ke bawah tidaklah cukup. Sayap mesti pula mengubah sudut gerakannya di setiap kepakan. Sayap-sayap serangga memiliki kelenturan-berputar yang istimewa yang diberikan oleh otot-otot pengendali penerbangan.

 

Protein yang diperoleh dari resilin jauh lebih baik dari produk karet berkualitas tertinggi dalam hal kemampuannya menahan tekanan dan kembali ke bentuk asalnya. Penelitian yang berkelanjutan tentang resilin tiruan menunjukkan bahwa protein tersebut tetap memiliki sifat-sifat ini.

Para ilmuwan menyatakan keyakinannya bahwa polimer yang didapatkan dari pencangkokkan gen-gen serangga dapat diterapkan di aneka bidang yang sangat beragam, dari kedokteran hingga industri. Namun, mungkin yang terpenting dari penerapan ini adalah penanganan penyakit pembuluh darah arteri pada manusia. Oleh karena resilin menyerupai protein elastin pada pembuluh vena manusia, para ilmuwan berharap bahwa penelitian mereka akan memberi vena kelenturan yang terbaharui.

Profesor asal Inggris Roger Greenhalgh menyatakan bahwa “Penelitian [terhadap resilin] tampaknya berada pada tahap paling awal, tapi jika kita dapat mengambil sesuatu yang bagus dari kelenturan kutu tersebut yang bermanfaat bagi manusia, hal itu akan sangat berkesan“1


Rujukan:

1. “Synthesis and properties of cross linked recombinant pro-resilin,”; by Christopher M. Elvin, Andrew G. Carr, Mickey G. Huson, Jane M. Maxwell, Roger D. Pearson, Tony Vuocolo, Nancy E. Liyou, Darren C. C. Wong, David J. Merritt and Nicholas E. Dixon, Nature 437, 999-1002 (13 October 2005) | doi: 10.1038/nature04085; “Flea protein may repair arteries” BBC News, October 12, 2005

diunduh dari harunyahya.com (Sep 20, 2008) pada tanggal 02 februari 2011

Smoga bermanfaat.. :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.